Hamim Ilyas: Dakwah Islam untuk Tujuan Mewujudkan Hidup Baik

Hamim Ilyas: Dakwah Islam untuk Tujuan Mewujudkan Hidup Baik

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas menyatakan bahwa dakwah, dalam pandangan Muhammadiyah dimaksudkan untuk mewujudkan hidup baik dan harmoni bagi semua makhluk di muka bumi.

“Islam itu agama yang diwahyukan Allah dengan memiliki tujuan. Tujuannya adalah untuk mewujudkan hidup baik. Indikatornya ada tiga: sejahtera, damai, dan bahagia,” kata Hamim dalam Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada Sabtu, 26 Mei 2018.

Menurut Hamim, untuk mewujudkan tujuan itu, Islam memiliki fungsi sebagaimana QS. Ali Imran ayat 103-104. Nilai guna Islam adalah untuk mewujudkan hidup baik itu berupa: pertama, mempersatukan umat manusia. Menjadi ummatan wahidah. “Pada mulanya manusia berkonflik dan berpecah, Allah menurunkan agama dan para nabi. Tapi konflik masih ada, maka Allah menurunkan Qur’an dan mengutus Nabi supaya umat manusia bisa bersatu,” ungkapnya.

Kedua, fungsi agama adalah untuk menyelamatkan manusia dari tepi lubang neraka, dari keadaan hidup yang buruk, yang tidak punya harapan. Islam menyelamatkan umat manusia dari jahiliyah. Baik jahiliyah modern maupun jahiliyah diniyah.

Ketiga, fungsi agama Islam juga adalah untuk dakwah. Al-khair adalah yang disenangi oleh semua orang. Seruan untuk mewujudkan tujuan Islam, mewujudkan hidup baik.

Semua fungsi itu sesuai dengan 7 pokok pikiran Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. Secara tegas dalam pokok pikiran ketiga, disebutkan: Masyarakat yang sejahtera, aman damai makmur dan bahagia hanya dapat diwujudkan di atas keadilan, kejujuran persaudaraan dan gotong-royong bertolong-tolongan dengan bersendikan hukum Allah, yang sebenar-benarnya, lepas dari pengaruh syaitan dan hawa nafsu.

Oleh karena itu, dakwah Muhammadiyah berangkat dari filosofi untuk mewujudkan hidup baik bagi semua. “Dakwah kita adalah dakwah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, damai, berdasar keadilan,” kata dosen UIN Sunan Kalijaga itu.

Tujuan bernegara bagi Muhammadiyah, kata Hamim, adalah untuk mengejawantahkan negara yang disebut dalan ayat sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Negara yang damai, sejahtera, dan bahagia. (ribas)