Islam Selalu Berorientasi Kepada Masa Depan

Islam Selalu Berorientasi Kepada Masa Depan

CIREBON, Suara Muhammadiyah – “Tata Kelola Pengembangan Pariwisata dan Entrepreneurship Berbasis Spirit Islami dan Kearifan Lokal” menjadi tema yang dibahas dalam Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC). Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, MS Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Prof. Dr. H. Khaerul Wahidin, M.Ag Rektor UMC (7/3).

Dadang Kahmad mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk turut ikut menggembirakan serta memeriahkan acara Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo. Seminar Pra-Muktamar yang berlangsung di UMC merupakan salah satu upaya untuk memeriahkan acara Muktamar Muhammadiyah yang akan berlangsung pada Juli 2020. “Jadi kami di Muhammadiyah setiap waktu sejak didirikannya 107 tahun yang lalu selalu berpikir bagaimana Indonesia ini maju, berkembang menjadi negara modern yang islami,” ujarnya.

Muhammadiyah tidak mengajarkan Islam yang berorientasi masa lalu. Tetapi Muhammadiyah memiliki orientasi kepada masa depan. Sehingga Muhammadiyah disebut sebagai ormas Islam yang berkemajuan. Islam ialah agama yang menjadi faktor utama dari kemajuan suatu bangsa, karena Islam sudah menjadi idiologi yang melekat dari bangsa Indonesia. “Jika agama memiliki orientasi kepada masa lalu maka secara otomatis kehidupan kita akan berjalan mundur ke belakang,” ungkapnya.

Muhammadiyah telah menerapkan enam prinsip dan beberapa prinsip berlaku dalam pariwisata halal. Prinsip yang pertama harus mendukung tauhidullah. Dengan tauhid murni yang menghindari segala bentuk kemusyrikan. Dalam al-Qur’an dijelaskan bahwa kehancuran bangsa-bangsa dikarenakan jika mereka membagi keyakinan. “Sehingga dalam pergerakannya, Muhammadiyah harus mengarah kepada tauhid yang murni hanya kepada Allah swt,” paparnya.

Menurut Dadang, pariwisata halal yang Islami ialah pariwisata yang tidak mencampurkan dengan hal-hal yang berbau kemusyrikan. Prinsip yang kedua, Muhammadiyah berpedoman kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Dengan cara kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah, Muhammadiyah diharapkan mampu bergerak lebih dinamis untuk merealisasikan tegaknya sebuah peradaban yang berkemajuan. “QS. Ar-Rum ayat 42 menjadi dasar perlunya umat Islam berwisata. Maka berwisatalah kamu dimuka bumi dan lihatlah peninggalan-peninggalan umat di masa lalu,” tutupnya.

Khaerul Wahidin menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir di UMC. “Selamat datang di Kota dan Kabupaten Cirebon yang dikenal sebagai kota pendidikan, kota perdagangan dan kota pariwisata. Mudah-mudahan pariwisata di Cirebon semakin meningkat dan berkembang, sehingga bisa memberikan sumbangsih yang besar kepada devisa negara,” harapnya.(diko)