Pengajian PRIM NSW: Meningkatkan Kohesi Sosial Ketika Musibah Menimpa

Dok Haidir FS/SM

NEW SOUTH WALES, Suara Muhammadiyah – Wabah coronavirus yang melanda hampir sebagian besar belahan dunia ini, bukan hanya menimbulkan kerugian dan penderitaan terhadap umat manusia. Namun dibalik peristiwa ini, justru memperlihatkan bagaimana kohesi sosial sesama umat manusia. Apakah kohesi sosial seseorang itu akan bertambah kuat atau sebaliknya. Adakah dengan adanya permasalahan kemanusiaan dapat memperlihatkan kepekaan seseorang terhadap orang lain.

Demikian antara lain pokok pikiran yang disampaikan oleh Dr. H. M. Imran Hanafi, M.A., Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, ketika tampil sebagai narasumber dalam pengajian rutin Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) New South Wales Australia, tadi siang (Ahad, 19 April 2020). Pengajian yang berlangsung secara virtual ini merupakan program kerja yang telah menjadi kegiatan rutin Muhammadiyah yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka. Namun akibat wabah ini terjadi pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh Pemerintah Australia, sehingga tidak memungkinkan berkumpul bersama warga.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini menjelaskan pula bahwa dalam situasi saat ini, mengakibatkan terjadinya permasalahan ekonomi dan kesehatan di kalangan warga. Di sinilah pentingnya, kohesi sosial sesama umat Islam, agar saling membantu, memberi perhatian dan dukungan moril khususnya bagi mereka yang sedang membutuhkan. Justru dalam ajaran Islam ditekankan pentingnya saling tolong-menolong terhadap sesama yang memerlukan.

Dalam bagian lain ceramahnya, beliau yang masih tercatat sebagai Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin ini, pun mengingatkan pentingnya keberadaan sebuah negara. Menurutnya, dalam keadaan seperti ini, esensi sebuah negara adalah sangat diperlukan, hadir secara nyata di tengah-tengah warganya. Negara mesti memberi solusi dalam setiap persoalan yang dihadapi warga, menyelamatkan jiwa warga dan memberi perlindungan manakala terdapat persoalan termasuk dalam hal kemanusiaan.

Baca Juga:   PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dubes Amerika

Pengajian ini dipandu oleh Nurwanto, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Istimewa NSW langsung dari Sydney. Selain diikuti warga Muhammadiyah yang saat ini berada di Australia, baik yang berstatus pelajar maupun yang sedang bekerja, juga diikuti peserta dari Indonesia. Diantaranya adalah Muhammad Sayuti, Ph.D., Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta dan Iis Siti Aisyah, Ph.D., dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Keduanya alumni pendidikan di Australia yang dulunya adalah tokoh-tokoh yang mendirikan Muhammadiyah di Sydney satu dekade yang lalu.(Haidir FS)