Empat Karakter Utama Kader Bangsa

Aisyiyah

Siti Noordjannah Djohantini

Upaya untuk mencetak kaderkader bangsa terus menerus dilakukan oleh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melalui amal usaha pendidikan. Salah satunya melalui perguruan tinggi. Lewat PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah), paling tidak para lulusan dididik untuk memiliki empat karakter utama sebagai kader bangsa.

Pertama, dengan berproses secara dinamis di kampus Muhammadiyah/’Aisyiyah, para mahasiswa sebenarnya dididik untuk menjadi kader-kader bangsa yang religious. Inilah yang menjadikan keunggulan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, sekaligus sebagai ciri khas pendidikan PTM. Melalui karakter religious ini, diharapkan nantinya para lulusan PTM memiliki kekuatan yang sangat fundamental, mendalam dan kuat, serta tinggi, yang benar-benar dibutuhkan oleh bangsa. Itulah karakter kader bangsa yang religious yang darinya lahir dan menyebar kebaikan-kebaikan, amalan-amalan shalih, baik yang bersifat habluminallah maupun habluminannas.

Kedua, karakter cerdas berilmu dan profesioanal. Menjadikan lulusan PTM berilmu yang cerdas dan berilmu yang profesional sesuai dengan bidang masing-masing, diharapkan akan melahirkan kader bangsa yang memiliki kompetensi dan jiwa yang bertanggungjawab. Tentu rasa tanggungjawab ini dilandasi oleh karakter yang pertama di atas (religious). Dengan berlandaskan karakter religious, kompetensi tinggi yang dimiliki tidak akan digunakan untuk kepentingankepentingan sesaat atau disalahgunakan.

Ketiga, bangsa ini memerlukan sikap hidup mandiri, maka karakter kemandirian harus dimiliki oleh setiap individu kader bangsa. Kemandirian harus dibangun dalam setiap jiwa manusia Indonesia. Karena jika jiwa kemandirian itu tidak tumbuh, sebaliknya justru lahir pribadi-pribadi yang pasrah yang hanya suka menunggu uluran tangan orang lain dan hanya berpangku tangan. Karakter ini penting untuk dimiliki oleh setiap lulusan PTM agar tidak menjadi pribadi yang suka menggantungkan diri tanpa sebuah ikhtiar yang keras. Ingat, Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, kecuali suatu kaum itu sendiri yang mau berubah.

Baca Juga:   Tugas Pokok Pimpinan Muhammadiyah

Keempat, karakter pekerja keras. Sebab kemandirian itu hanya bisa diwujudkan melalui kerja keras. Kemandirian hanya akan menghampiri kepada individu yang memiliki etos kerja yang kuat.

Identitas karakter utama kader bangsa ini semoga terus melekat pada lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Itulah komitmen PTM yang secara terus menerus diajarkan kepada para mahasiswanya sehingga kelak mereka akan menjadi orang-orang yang bermanfaat. (gsh)

Sumber: Majalah SM Edisi 7 Tahun 2019