Pertama dalam Sejarah, Tanwir Istimewa Muhammadiyah – ‘Aisyiyah Digelar secara Online

Sekeretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto dalam Konferenrensi Pers tentang Tanwir Muhammadiyah di Masa Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – “Muktamar Muhammadiyah harusnya sudah selesai pada tanggal 6 July yang lalu,” ujar Agung Danarto Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada rilis pers “Sejarah Pertama Sidang Daring Tanwir Muhammadiyah” di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (17/7).

Wabah Covid-19 yang telah melanda negeri setelah empat bulan terakhir ini dan Muktamar diundur lagi. Tentu, masa  jabatan pimpinan pusat Muhammadiyah harusnya sudah berakhir, namun keadaan sekarang belum bisa dikompromikan.

Agung menjelaskan bahwa Tanwir Daring Menjadi Bagian dari Ijtihad Abad Kedua. Sebab, Tanwir online ini sudah termasuk Tanwir ketiga kalinya dimana Tanwir pertama dilakukan di Ambon dan kedua di Bengkulu.

Dalam sidang Tanwir Muhammadiyah, biasanya membahas persoalan-persoalan yang urgen dan segala hal yang tidak mungkin dibahas di Muktamar.  

“Sidang tanwir kali ini menjadi Tanwir istimewa karena pertama kalinya dilakukan secara virtual dan perwakilan Muhammadiyah sudah ada di 25 negara, juga dengan mengundang rektor Muhammadiyah di Indonesia serta kepala rumah sakit Muhammadiyah,” tukas Agung.

Sebagai bentuk adaptasi Muhammadiyah dalam menghadapi Covid-19 ini, Muhammadiyah akan melakukan konsolidasi kepada seluruh elemen Muhammadiyah untuk bisa beradaptasi di tengah pandemi ini.

Dari segi pendidikan Muhammadiyah sudah memberikan solusi utama dengan belajar secara online melalui daring.

Dari segi kesehatan, Muhammadiyah telah memberikan kontribusi yang luar biasa menjadi barisan terdepan dalam menangani pasien Covid-19.

Dari para mubaligh Muhammadiya telah mensosialisasikan dan memberikan pengertian kepada masyarakat secara luas dengan mematuhi dan mengamati apa yang telah menjadi keputusan dan kepentingan bersama.

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menjelaskan bahwa agenda utama dari Tanwir online ini akan membahas dua hal pokok. Yaitu pengunduran waktu Muktamar Muhammadiyah serta turunannya. Juga mempersiapkan dalam rangka konsolidasi menghadapi covid-19 ini serta dampaknya dan memberikan solusi untuk negeri.

Baca Juga:   Lima Guru Besar Surati Jokowi Tentang Remisi Koruptor

Sidang tanwir Muhammadiyah akan dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2020, Ahad pagi hingga sore mendatang.(rahel)