Hamim Ilyas: Korupsi Itu Perilaku Bunuh Diri

Dr Hamim Ilyas

Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Foto Dok Riz/SM

JAKARTA, Suara MuhammadiyahKorupsi di Indonesia bukan lagi sekedar budaya, tapi sudah menjadi pekerjaan. Masalah ini dapat dibuktikan dengan jelas melalui sebuah wawancara singkat dengan pelaku korupsi. “Bukankah bapak sudah berhaji, kenapa bapak melakukan korupsi?”, yang bersangkutan menjawab, “Pergi berhaji adalah ibadah, sedangkan korupsi adalah pekerjaan saya”. Hal ini menggambarkan betapa mengakarnya perilaku korupsi dalam kehidupan bangsa Indonesia.

KH Ahmad Dahlan dalam bukunya “Tali Ikatan Hidup Manusia” menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mengenali rakyatnya dan harus membawa kemajuan bagi yang dipimpinnya. Hal inilah yang seharusnya dapat mendorong para pimpinan untuk menjauhi perilaku korup dan menunjukkan pengabdiannya kepada masyarakat. Bukan malah menunjukkan keserakahan di muka publik.

Hamim Ilyas, Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah mengungkapkan bahwa kita harus bersikap optimis untuk menang dalam perang melawan korupsi. Hamim juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengambil harta dengan cara yang batil. Hal ini dapat diartikan sebagai usaha intoleran terhadap perilaku korupsi.

“Selain larangan untuk mengambil harta dengan cara yang batil, kita juga dilarang untuk membunuh diri kita sendiri. Kedua larangan ini memiliki hubungan sebab-akibat yang menisyaratkan bahwa siapa saja yang mengambil harta dengan cara yang batil maka ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam jurang kesengsaraan,” ujarnya.

Korupsi menjadi ancaman kehancuran terbesar bagi keberlangsungan bangsa ke depan. Maka perlu usaha ekstra untuk menghilangkan perilaku tamak dan rakus pada diri masing-masing masyarakat Indonesia. Menurut survai LSI tahun 2009 tentang orientasi hidup anak muda Indonesia, sebanyak 90% anak muda Indonesia berorientasi hidup pribadi atau untuk dirinya sendiri. Hidup mereka hanyak untuk kaya.

“Masalah ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk bagaimana mengatasi ketamakan dan kerakusan ini. Maka dari itu, kita harus membangun orientasi hidup yang baik dan bermanfaat pada generasi muda kita,” pesannya dalam Pengajian Umum PP Muhammadiyah pada Jum’at, 11 Desember 2020. (diko)