Beranda Editorial Tajuk ENERGI POSITIF MUHAMMADIYAH

ENERGI POSITIF MUHAMMADIYAH

0
ENERGI POSITIF MUHAMMADIYAH
Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi Foto Dok PP Muh

ENERGI POSITIF MUHAMMADIYAH

Prof Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah

Sungguh menggembirakan dan membanggakan menerima pengumuman “The 2021 uniRank: University Ranking of the Top Islamic Universities in the World”. Dari urutan sepuluh besar, alhamdulillah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati  nomor satu atau teratas, disusul nomor empat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada urutan kedelapan.

Berikut urutan lengkap sepuluh teratas Universitas Islam dunia hasil uniRank tahun 2021:  (1) Universitas Muhammadiyah Malang Indonesia, (2) Iran University of Science and Technology Iran, (3) Cairo University Egypt, (4) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Indonesia, (5) Umm Al-Qura University Saudi Arabia, (6) Shahid Beheshti University of Medical Sciences Iran,  (7) Universiti Islam Antarabangsa Malaysia Malaysia, (8) Universitas Muhammadiyah Surakarta Indonesia, (9) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Indonesia, (10) Universitas Islam Indonesia Indonesia id. Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lainnya tersebar di berbagai urutan setelahnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan apresiasi tinggi dan terimakasih kepada PTM, Majelis Diktilitbang, dan PWM, serta semua komponen Persyarikatan yang berkhidmat sepenuh komitmen, kesungguhan, pengorbanan, pengabdian, dan usaha yang tiada henti dalam spirit tidak banyak bicara tetapi banyak bekerja yang nyata dan membanggakan. Semuanya telah berbuat dengan cerdas, berkualitas, profesional,  objektif, serta memberi manfaat strategis dan kemanfaatan besar bagi kemajuan Persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan global.

Terimakasih pula kepada semua pihak yang selama ini telah bekerjasama dengan Muhammadiyah untuk memajukan kehidupan bangsa dan kemanusiaan semesta.

Apa yang dilakukan Perguruan Tinggi dan Amal Usaha Muhammadiyah yang diakui secara nasional dan internasional itu membuktikan bahwa Muhammadiyah memberi energi positif yang unggul menebar kebaikan bagi umat, bangsa, dan dunia.  Muhammadiyah selalu berkontribusi yang konstruktif bagi kehidupan umat manusia kapan dan di manapun. Muhammadiyah sering hadir tidak gegap gempita, tetapi selalu terpanggil berbuat nyata yang memberi maslahat bagi kehidupan bersama.

Baca Juga:   Muhammadiyah di Tengah Pusaran

Lebih-lebih di era pandemi Covid-19 dan bencana alam yang sangat berat dihadapi bangsa ini. Di saat sulit seperti ini sungguh semua pihak meniscayakan kerja-kerja nyata yang maslahat. Meski kerja di ruang senyap tanpa riuh rendah suara publik, tapi mampu memberi solusi untuk negeri. Segenap anggota, kader, apalagi pimpinan Muhammadiyah di seluruh struktur dan tingkatan mesti menjadi uswah hasanah dalam meringankan saudara-saudara kita yang terkena musibah Covid-19 dan bencana alam yang sangat berat serta berdampak luas bagi kehidupan maayarakat, utamanya maayarakat bawah.  Bukankah pesan luhur Nabi, bahwa “sebaik-baik manusia ialah yang memberi manfaat bagi sesama”. Setidaknya, bila belum  bisa meringankan masalah bangsa,  jangan menambah berat dan beban bangsa.

Segenap anggota, kader, pimpinan, dan kelembagaandi Persyarikatan Muhammadiyah mesti menggelorakan semangat berbuat yang terbaik untuk umat dan bangsa sebagai etos gerakan. Ciri Muhammadiyah itu sedikit bicara, banyak bekerja. Setidaknya bicara seperlunya dan bermakna, seraya perbanyak bekerja yang memberi masalahat dan mencerahkan sesama. Muhammadiyah meyakini, siapapun yang berbuat kebaikan hatta hanya sebesar biji sawi, buahnya adalah kebaikan. Sebaliknya bila berbuat keburukan meski ditutup-tutupi maka keburukan itu akan tampak dan berbalik kepada siempunya. Orang beriman dipandu Tuhan dalam segala ucapan dan tindakannya, sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.” (QS Al-Isra: 7).

Ciri utama Muhammadiyah senantiasa tampil sebagai pemecah masalah dan bukan penyebar masalah. Menebar maslahat sekaligus mencegah mafsadat. Selalu bermuhasabah, apa yang sudah diperbuat untuk kebaikan orang banyak  tanpa memint laba, siapa tahu kita belum menjadi yang terbaik dalam amaliah nyata bagi sesama. Muhammadiyah hadir di manapun untuk meringankan dan bukan menambah beban hidup bersama. Muhammadiyah mengedepankan sikap cerdas-berkuakitas dan bukan komunalitas. Senantiasa membuka jalan terang dan menjadi suluh bagi kehidupan. Inilah karakter utama pergerakan Muhammadiyah sebagai pembawa misi Islam Berkemajuan yang menampilkan keunggulan dan  kebajikan nyata,   meneladani dan mempraktikkan  Risalah Nabi sebagai penyebar rahmatan lil-‘alamin di muka bumi!

Baca Juga:   AUM Harus Dikelola oleh Kader

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here