Haedar Nashir: Hoaks Memperberat Tantangan Pandemi

media

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Media massa memiliki peran yang sangat besar khususnya dalam menjaga interaksi sosial masyarakat di kala pandemi. Berbagai informasi dan berita bohong atau hoaks berpotensi memperberat tantangan yang dihadapi oleh masyarakat global saat ini.

Hal tersebut ditekankan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pembukaan Talkshow dan Workshop yang diinisiasi oleh kerjasama Suara Muhammadiyah dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) RI, Rabu (16/5).

Talkshow yang bertajuk “Cerdas Membangun Konten Melawan Hoaks di Tengah Pandemi” tersebut digelar secara luring di Ballroom Hotel Java Heritage Purwokerto dan daring melalui Zoom Meeting. “Ada berita-berita hoaks, ceramah, video, postingan yang justru tidak cerdas bahkan menumpulkan kecerdasan dan membuat kita tidak positif dalam menghadapi pandemi ini,” tukas Haedar.

Haedar menilai bahwa Bangsa Indonesia masih memerlukan upaya yang panjang untuk membangun budaya berpikir ilmiah, rasional juga cerdas dalam mengelola informasi. Bukan hanya masyarakat awam saja yang kerap terjebak dalam ketidakcerdasan dan ketidak ilmiahan dalam mengelola informasi khususnya yang berkaitan dengan pandemi saat ini.

“Masyarakat yang sudah terdidik saja sering kali masih terjebak dalam sikap tidak ilmiah yang kerap disebabkan oleh ketidaksukaan terhadap situasi atau karena merasa yang paling benar. Akibatnya terjebak dalam sikap-sikap yang tidak cerdas.”

Oleh karena itu, sekali lagi Haedar menekankan pentingnya peran media massa dan perilaku bermedia sosial yang bertanggungjawab diharapkan dapat terus menebar pikiran cerdas yang mampu didialogkan serta diuji secara keilmuan. Selain itu diharapkan dapat menebarkan pikiran-pikiran positif yang konstruktif dan membawa kepada kemajuan.

“Bukan yang kontraproduktif, menciptakan antagonisme dalam kehidupan dan mandeg dalam menghadapi kehidupan. Sudah berat menghadapi problem kebangsaan, ekonomi, politik dan budaya ditambah lagi dengan adanya pola pikir yang tidak cerdas.”

Haedar berharap kerjasama yang terjalin antara Suara Muhammadyah dan KOMINFO dapat terus berjalan untuk menyebarkan pikiran maju dan cerdas.

“Diharapkan dengan kerjasama tersebut dapat merajut persatuan bangsa  bangsa dan membangun keadaban bangsa termasuk di dalamnya mencerdaskan bangsa,” tandasnya. (Th)