KLATEN, Suara Muhammadiyah – Sebelum terjun langsung melayani masyarakat, seluruh karyawan ‘Aisyi Tower Klaten mendapat pembekalan (onboarding karyawan) dari Deni Asy’ari hal ihwal pengetahuan, keterampilan, dan budaya kerja, sehingga nantinya bisa beradaptasi dan bekerja efektif dan produktif, Selasa (9/6).
Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah itu mengatakan, kehadiran ‘Aisyi Tower merupakan wajah baru dalam gerak dakwah ‘Aisyiyah. Bahkan, disebut Deni sebagai hotel perempuan pertama di Indonesia.
“Sebuah identitas yang diharapkan mampu menginspirasi daerah lain,” tutur Deni.
Kehadiran ‘Aisyi Tower ini membuat Deni bangga berbalut terharu. Kenapa? Karena perjuangan dilakukan seluruh tim untuk mewujudkan mimpi mendirikan hotel tersebut, tidaklah mudah.
“Selama lebih dari satu tahun, kita bekerja keras dengan prinsip “Kepala ke bawah kaki ke atas” demi berdirinya gedung ini,” bebernya.

Mengapa Klaten? Kendati banyak daerah lain yang sudah mengantre? “Hati saya terasa sangat dekat dengan Klaten, sehingga daerah ini kami prioritaskan sebagai pelopor,” bongkar Deni.
Karena itu, Deni menyampaikan selamat bergabung kepada seluruh karyawan di ‘Aisyi Tower Klaten. Baginya, ini merupakan pilihan tepat untuk membesarkan bersama gedung yang terletak di Jalan Pramuka, Kelasman, Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tersebut.
“Pilihan Anda bergabung di sini adalah langkah yang tepat. Di tengah dunia hospitality yang penuh dengan isu negatif, kita hadir dengan diferensiasi sebagai Hotel Literasi Berbasis Keluarga,” terangnya.
Penekanan Deni di sini adalah ‘Aisyi Tower harus bisa menjadi menampilkan ciri khas sebagai hotel perempuan di Indonesia.
“Kita tidak ingin sekadar menjadi pengekor hotel yang sudah ada puluhan tahun; kita harus memiliki pembeda yang kuat,” tegasnya.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Klaten Sri Mulyani Rahayuningsih mendorong kepada seluruh karyawan perlu membangun niat yang kuat dalam bekerja, dan tidak menanggalkan ibadahnya.
“Semua karyawan di hotel ini kami harapkan bukan sekadar mencari nafkah, melainkan suatu bentuk ibadah dan dakwah bil hal yaitu dakwah melalui perbuatan nyata dari kita semua,” ujarnya.
Di sisi lain, hal paling fundamental diaksentuasikan oleh Ning berupa keramahan dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Wajib kita pahami sebaik-baiknya,” sebutnya, yang ini menjadi jangkar utama dalam sebuah dunia kerja di perhotelan.
“Kami harapkan senyum yang kita berikan kepada tamu-tamu nanti adalah senyum yang timbul dari kesadaran hati nurani yang paling dalam, dan tidak hanya karena tuntutan pekerjaan,” ucapnya.
Demikian rasa kepemilikan, juga disebut Ning. Baginya, ini sangat vital yang mendudukan peran karyawan bekerja di AUM harus mampu memelihara dan merawat sebagaimana semestinya.
“Tentu ke depan maju melihat hotel ‘Aisyi Tower ini sangat berdampak langsung bagi kesejahteraan bersama,” katanya.
Sisi lain, Sugianto, Direktur Utama PT Permata daya Anindita mengajak kepada seluruh karyawan untuk belajar bersama dan saling bergandengan tangan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Inilah yang nantinya akan menjadi motor penggerak bagi kita semua dalam memajukan ‘Aisyi Tower,” tandasnya. (Cris)

