KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Rezeki yang halal akan mendatangkan ketenangan, memberikan kekuatan untuk beribadah, menyebabkan amalan diterima, serta menjadi sebab keberkahan. Sebaliknya, rezeki yang haram akan mengakibatkan kegelisahan, membuat malas beribadah, memicu tertolaknya amalan, serta mengundang bencana.
Demikian khutbah Idul Fitri yang disampaikan khatib Ustadz Arief Maulana, Lc, dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) di Komplek Stadion Olahraga Panunjung Tarung, Kuala Kapuas.
Lebih lanjut dikatakan Ustadz Arief Maulana, setiap hari seorang Muslim harus berupaya mendapatkan tambahan ilmu. Namun, bukan sembarang ilmu. Yang dicari adalah ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yang benar dan diamalkan, sehingga semakin mendekatkan dirinya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menjadikan penuntutnya tidak memiliki kesibukan besar, kecuali kesibukan yang teramat penting, yaitu mengubah pikiran, ucapan, dan perbuatannya menjadi transaksi antara dirinya dengan Allah dalam bentuk ibadah. Sehingga pikirannya baik, ucapannya baik, dan perbuatannya baik.
Seorang Muslim bukan hanya bersemangat untuk beramal, namun juga harus berupaya keras agar amalannya diterima, dengan cara memenuhi kriteria-kriteria diterimanya suatu amal yang telah digariskan agama, tutup Ustadz Arief Maulana.
Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat, diikuti jajaran pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas, Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah Kapuas, keluarga besar Muhammadiyah, serta sejumlah kaum muslimin dan muslimat Kota Kuala Kapuas.
(ss)
