Apresiasi Kang Dedi Mulyadi Kepada Muhammadiyah: Organisasi Modern yang Penuh Keteladanan

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

861
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Kang Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, pada resepsi Milad 113 Muhammadiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) mengaku sempat bingung. Pasalnya ia mempertanyakan apakah dirinya hadir dalam acara milad atau pagelaran seni.

Namun setelah ia tahu bahwa dirinya datang di Resepsi Milad 113 Muhammadiyah, ia menyampaikan apresiasinya kepada Muhammadiyah karena ormas Islam yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu memiliki nilai estetika lokalitas yang sangat tinggi.

Ketika berbicara Muhammadiyah, Gubernur Jawa Barat itu mengatakan bahwa bangsa ini sejatinya sedang berbicara tentang kemajuan, keadilan, dan kemakmuran bagi masyarakat. Muhammadiyah menunjukkan komitmen tersebut dengan berfokus pada dua hal. Fokus pertama, pada peningkatan kualitas kesehatan rakyat. Hal ini ditandai dengan banyaknya rumah sakit yang memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. Kedua, banyaknya lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Maka sesungguhnya dari kedua fokus ini Muhammadiyah telah mengambil peran dari negara untuk meringankan bebannya," tegasnya.

Membincang soal digitalisasi yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah, Muhammadiyah juga telah sedang memperlihatkan dua hal penting. Pertama, kekuatan moralitas yang menjunjung tinggi kejujuran, kebenaran dan keadilan. Ini menjadi sendi utama dalam pembangunan manusia yang bermoral dan berintelektual. Jujur dalam memimpin, bersahaja dalam bersikap dan senantiasa memberikan tauladan di tengah-tengah masyarakat. Tidak pernah gaduh dalam perdebatan-perdebatan yang bersifat khilafah, lebih menekankan pada aspek-aspek yang bersifat ekonomi kerakyatan dan kebangsaan.

Kedua, Muhammadiyah telah menunjukkan diri sebagai organisasi modern yang mengelola kelembagaan secara professional. Sehingga pergantian kepengurusan dan kepemimpinan tidak mempengaruhi menegerial. "Ini tentu perlu menjadi pembelajaran bagi para politisi dan penyelenggara negara, agar menyelenggarakan pembangunan tidak bergantung kepada siapa yang memimpin, tapi kemampuan sistem menjadi sebuah keharusan," pungkasnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah  -  Untuk mengembangkan kolaborasi strategis dalam memajuka....

Suara Muhammadiyah

12 July 2024

Berita

Ketua PP Muhammadiyah Berikan Arahan dalam DIKSUSPALA Region Sumatera 3 PEKANBARU, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

22 August 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Kekayaan pangan lokal Indonesia menyimpan potensi besar untuk me....

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

Berita

TURKI, Suara Muhammadiyah - Program pertukaran pelajar internasional telah lama menjadi salah s....

Suara Muhammadiyah

19 November 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Sejak kelahiran pada tahun 1912 di Kampung Kauman Yogyakarta, Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah