Apresiasi Kang Dedi Mulyadi Kepada Muhammadiyah: Organisasi Modern yang Penuh Keteladanan

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

980
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Kang Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, pada resepsi Milad 113 Muhammadiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) mengaku sempat bingung. Pasalnya ia mempertanyakan apakah dirinya hadir dalam acara milad atau pagelaran seni.

Namun setelah ia tahu bahwa dirinya datang di Resepsi Milad 113 Muhammadiyah, ia menyampaikan apresiasinya kepada Muhammadiyah karena ormas Islam yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu memiliki nilai estetika lokalitas yang sangat tinggi.

Ketika berbicara Muhammadiyah, Gubernur Jawa Barat itu mengatakan bahwa bangsa ini sejatinya sedang berbicara tentang kemajuan, keadilan, dan kemakmuran bagi masyarakat. Muhammadiyah menunjukkan komitmen tersebut dengan berfokus pada dua hal. Fokus pertama, pada peningkatan kualitas kesehatan rakyat. Hal ini ditandai dengan banyaknya rumah sakit yang memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. Kedua, banyaknya lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Maka sesungguhnya dari kedua fokus ini Muhammadiyah telah mengambil peran dari negara untuk meringankan bebannya," tegasnya.

Membincang soal digitalisasi yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah, Muhammadiyah juga telah sedang memperlihatkan dua hal penting. Pertama, kekuatan moralitas yang menjunjung tinggi kejujuran, kebenaran dan keadilan. Ini menjadi sendi utama dalam pembangunan manusia yang bermoral dan berintelektual. Jujur dalam memimpin, bersahaja dalam bersikap dan senantiasa memberikan tauladan di tengah-tengah masyarakat. Tidak pernah gaduh dalam perdebatan-perdebatan yang bersifat khilafah, lebih menekankan pada aspek-aspek yang bersifat ekonomi kerakyatan dan kebangsaan.

Kedua, Muhammadiyah telah menunjukkan diri sebagai organisasi modern yang mengelola kelembagaan secara professional. Sehingga pergantian kepengurusan dan kepemimpinan tidak mempengaruhi menegerial. "Ini tentu perlu menjadi pembelajaran bagi para politisi dan penyelenggara negara, agar menyelenggarakan pembangunan tidak bergantung kepada siapa yang memimpin, tapi kemampuan sistem menjadi sebuah keharusan," pungkasnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan kepr....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Berita

ASAHAN, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Kisaran, menyebutkan loka....

Suara Muhammadiyah

10 April 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul 'Aisyiyah (PDNA) Kota Surabaya dilanti....

Suara Muhammadiyah

13 March 2024

Berita

Tim UMY Bawa Komunitas Ayu Jiwa Bantul Belajar Pertanian Terintegrasi di Sleman SLEMAN, Suara Muham....

Suara Muhammadiyah

20 August 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prodi Ilmu Administrasi Negara (ADN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Po....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah