Askallos HIMAPSI UM Bandung Angkat Isu Pendidikan dan Kesehatan Mental

Suara Muhammadiyah

4 February 2025

1184
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Himpunan Mahasiswa Program Studi Psikologi (HIMAPSI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menggelar acara Askallos bertajuk ”Good Education, Good Mental Health” pada Sabtu (25/01/2025).

Acara ini berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan UM Bandung dan menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Psikologi (MAPSI) dan Pembentukan Karakter Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Bandung (PEKAPSIUM).

Ketua pelaksana Abdullah Azzam Asshiddiqy menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari masa orientasi mahasiswa baru di program studi Psikologi. Dia menekankan bahwa Askallos menjadi wadah diskusi untuk berbagi pandangan mengenai isu-isu pendidikan dan kesehatan mental.

”Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa pendidikan yang baik harus berjalan seiring dengan kesehatan mental yang terjaga,” ujar Azzam. Dia juga menambahkan bahwa acara ini dirancang untuk membantu mahasiswa dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik yang semakin kompleks.

Azzam berharap materi yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat. ”Semoga acara ini dapat memperkaya wawasan akademis dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental dalam setiap aspek kehidupan,” tambahnya.

Dalam acara ini, hadir tiga narasumber utama, yakni Anggota DPR RI Ledia Hanifa Amaliah, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bandung Iis Suryanti, dan Ketua Program Studi Psikologi UM Bandung Riyanda Utari. Ketiganya membahas berbagai perspektif terkait hubungan antara pendidikan dan kesehatan mental.

Ledia Hanifa menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya tentang pencapaian akademik, tetapi bagaimana individu dibekali ketangguhan mental untuk menghadapi tantangan kehidupan. ”Pendidikan harus menjadi alat untuk membangun karakter yang kuat, bukan sekadar mengejar nilai,” ujar Ledia.

Sementara itu, Iis Suryanti menyoroti pentingnya lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah terhadap kesehatan mental. Menurutnya, ekosistem pendidikan yang suportif menjadi kunci dalam membantu siswa berkembang secara intelektual dan emosional.

Riyanda Utari melengkapi diskusi dengan perspektif psikologi, menekankan bahwa keseimbangan antara pendidikan dan kesehatan mental sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup individu. ”Kesehatan mental yang terjaga menjadi fondasi kuat bagi proses belajar yang efektif,” tuturnya.*(FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik (Humanistik....

Suara Muhammadiyah

8 August 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu'ti, ME....

Suara Muhammadiyah

20 April 2024

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Anwar Abbas melakukan kunju....

Suara Muhammadiyah

14 May 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Semangat kolaborasi lintas iman dan kepedulian terhadap isu lingkungan h....

Suara Muhammadiyah

11 May 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka meningkatkan sinergitas antara institusi pendidika....

Suara Muhammadiyah

16 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah