AUM Melimpah, Muhammadiyah Ditantang Bangun Peradaban

Suara Muhammadiyah

10 August 2026

159
Istimewa

Istimewa

BATU, Suara Muhammadiyah - Usia lebih dari satu abad dan kepemilikan ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dinilai belum cukup jika tidak diimbangi dengan kepekaan sosial dan visi membangun peradaban global. Kritik tajam ini mengemuka dalam Pengajian Akbar Majelis Ahad Pagi Kyai Haji Ahmad Dahlan di Masjid At Taqwa, Kota Batu, Ahad (9/8/2026).

Ketua Bidang Ekonomi PP Pemuda Muhammadiyah, Abdul Musawir Yahya, mengajak jamaah untuk melakukan refleksi mendalam terkait arah perjuangan organisasi. Menurutnya, ada paradoks yang harus segera dievaluasi oleh persyarikatan.

"Bagaimana dengan Muhammadiyah yang umurnya satu abad lebih? Kita punya banyak AUM, memiliki banyak majelis pengajian, tapi masih banyak rakyat yang kelaparan di pinggir jalan. Ini tidak sesuai dengan yang dicita-citakan oleh KH Ahmad Dahlan," tegasnya di hadapan para jamaah.

Untuk membangkitkan kesadaran, Abdul Musawir menarik benang merah sejarah kehancuran Islam di Andalusia. Peradaban yang pernah berjaya selama 800 tahun itu akhirnya runtuh bukan agresi dari luar, melainkan karena pembusukan dari dalam.

Dalam penjelasannya, runtuhnya Andalusia dipicu oleh kualitas individu yang makin tergerus. Ilmu pengetahuan mulai ditinggalkan, penguasa sibuk berpesta dan mengkhianati satu sama lain, hingga penerapan pajak tinggi yang mencekik rakyat.

"Jika peradaban itu tidak runtuh, mungkin Lamine Yamal bukan satu-satunya orang Islam yang main di sana saat ini. Peradaban Islam hancur karena internal kita terlalu lemah," paparnya.

Selain itu, ia juga menyoroti mirisnya daya saing pendidikan tinggi di Indonesia. Berdasarkan pengamatannya saat berkunjung ke kampus-kampus top 10 dunia di Tiongkok dan Singapura, belum ada satu pun universitas asal Indonesia yang mampu menembus jajaran 20 besar dunia.

Akar dari ketertinggalan ini, menurut Abdul Musawir terletak pada mindset atau pola pikir. Menurutnya, masyarakat Indonesia belum memiliki cara pandang berskala peradaban.

"Apa yang dipikirkan orang Arab atau Inggris di masa lalu sehingga bahasanya digunakan oleh seluruh dunia? Karena mereka tidak hanya berpikir membangun negara, tetapi berpikir dalam skala peradaban. Mindset ini yang harus tertanam di diri kita," ungkapnya.

Untuk itu, Abdul Musawir mengajak umat Islam untuk kembali pada misi penciptaan manusia, yakni sebagai Khalifah di bumi. Tugas pokok seorang khalifah adalah menciptakan peradaban.

"Peradaban hanya bisa tercipta ketika ada kelompok yang kuat dan SDM unggul. Yang harus diunggulkan itu adalah ilmu pengetahuan. Makanya kemudian, mukmin yang kuat jauh lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah," tegasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

REMBANG, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi me....

Suara Muhammadiyah

12 August 2024

Berita

TULANG BAWANG, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam angin puting bel....

Suara Muhammadiyah

8 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan Jogja ....

Suara Muhammadiyah

7 July 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 diikuti 118 perguruan ....

Suara Muhammadiyah

16 October 2024

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Rumah sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya Kalimantan Teng....

Suara Muhammadiyah

16 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah