Belajar Hidup di Desa, 150 Siswa SMP Muhammadiyah PK Ikuti Home Stay di Wonogiri

Publish

4 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
483
SMP PK Solo

SMP PK Solo

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 150 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan home stay atau live in selama tiga hari dua malam di Dukuh Keblokan, Sendang Ijo, Selogiri, Wonogiri, Kamis–Sabtu (29–31/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Mandiri dalam Keseharian, Bermakna dalam Kebersamaan”.

Para siswa berangkat menuju lokasi home stay pada Kamis siang. Mereka mengikuti kegiatan pembukaan serta prosesi penyerahan siswa kepada orang tua asuh di Masjid Al Ikhlas. Selanjutnya, para siswa tinggal bersama keluarga asuh dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat setempat.

Selama kegiatan, siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan sosial. Pada Jumat (30/1/2026), mereka belajar langsung di Home Industri Roti Widoro dan Stek Anggur. Mereka belajar mulai dari proses produksi hingga praktik sederhana. Sore harinya, siswa mengadakan lomba TPA di Masjid Al Ikhlas yang diikuti anak-anak setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian akbar pada malam hari yang menghadirkan Ustaz Drs. H. Parno, M.Pd.I.

Pada Sabtu pagi, para siswa menggelar Bazar Sembako Murah. Mereka  membagikan 200 paket sembako kepada warga. Menjelang siang, para siswa berpamitan dengan orang tua asuh. Suasana haru mewarnai perpisahan saat siswa menyampaikan ucapan terima kasih dan tali asih.

Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan home stay menjadi sarana pembelajaran karakter secara langsung. “Selama tiga hari ini anak-anak belajar hidup mandiri, kebersamaan, dan tanggung jawab di tengah masyarakat. Mereka belajar menjadi panitia lomba, membersihkan rumah tempat tinggal, mengikuti bakti sosial, hingga berinteraksi dengan warga. Nilai-nilai karakter inilah yang ingin kami kuatkan,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk sikap mandiri dan bertanggung jawab. “Semoga nilai-nilai kemandirian dan karakter ini dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Pemilik Roti Widoro, Sri Harjanto Yuwono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan para siswa. “Terima kasih kepada siswa SMP Muhammadiyah PK yang telah datang belajar di tempat kami. Semoga anak-anak terinspirasi untuk memahami dunia usaha. Roti Widoro berdiri sejak 1922 dan hingga kini. Kami berusaha menjaga kualitas dan cita rasa yang sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Pragunadi, salah satu orang tua asuh sekaligus Takmir Masjid Al Ikhlas, mengaku senang menerima para siswa. “Warga merasa positif dan senang. Anak-anak rapi, tertib, disiplin bangun subuh, dan sopan. Jika ada kesempatan, kami siap menerima mereka kembali,” katanya.

Salah satu peserta, Kavaya Altamizza Ibrahim, siswa kelas VII, mengaku mendapatkan pengalaman berharga. “Saya hidup bersama orang tua asuh, belajar menyapu, mengepel, mencuci piring, dan disiplin. Kegiatan ini membuat saya lebih mandiri dan bersyukur,” tuturnya. (Aryanto)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2024, Pimpinan Wilayah....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 164 siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Kauman atau SMP Muhika M....

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Kualitas tata suara menjadi salah satu aspek penting dalam mengh....

Suara Muhammadiyah

25 January 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Faculty of Economics & Muamalat Universiti Sains Islam Malay....

Suara Muhammadiyah

27 September 2023

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah - Pandemi Covid-19 telah memberikan banyak pelajaran, diantaranya ad....

Suara Muhammadiyah

5 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah