KLATEN, Suara Muhammadiyah – Bendahara Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dyah Suminar berkunjung ke ‘Aisyi Tower yang terletak di Jalan Pramuka, Kelasman, Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (3/6).
Kunjungan ini untuk memastikan progres dari pembangunan ‘Aisyi Tower sebelum soft opening yang direncanakan berlangsung Selasa (16/6) mendatang.
Pantauan Suara Muhammadiyah, Dyah tiba di lokasi sekira pukul 10:00 WIB.
Dyah meninjau seluruh sudut ruangan bersama Kepala Biro Sekretaris Perusahaan PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah Yulianto Prasojo.
Juga didampingi Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Klaten Sri Mulyani Rahayuningsih dan Direktur Utama PT PDA yang menangani pembangunan ‘Aisyi Tower Sugiyanto.

Dalam kesempatan itu, Sugiyanto menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dyah ke ‘Aisyi Tower untuk memberikan semangat melakukan finalisasi penyempurnaan pembangunan sampai ke tahap akhir.
“Sebagai pelayan masyarakat umum, kami akan melayani dengan sebaik-baiknya,” dengan harapan seluruh masyarakat, bisa menikmati bersama ‘Aisyi Tower Klaten tersebut.
Sebelum berdiri ‘Aisyi Tower, Sugiyanto menyingkap, dulunya merupakan Gedung Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Klaten.
“Kita ambil manfaatnya agar semuanya bisa memiliki atau memunculkan satu maslahat buat perkembangan dakwah di PDA Klaten,” tuturnya.

Sisi lain, Dyah menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi hadirnya ‘Aisyi Tower yang memiliki 2 lantai dan 28 kamar dengan fasilitas premium tersebut.
“Dari PP ‘Aisyiyah mengapresiasi karena satu-satunya PDA yang berani mencoba membuat usaha beda, bukan sekolah atau kesehatan, tapi hospitality berbentuk hotel,” ungkap Dyah.
Kehadiran ‘Aisyi Tower, menurutnya, memberikan warna baru bagi dakwah ‘Aisyiyah di abad modern. “Menjadi ikon perempuan yang berkemajuan,” bebernya.
Lebih-lebih, 'Aisyi Tower merupakan pertama hotel berbasis jamaah yang dikelola perempuan ’Aisyiyah.
“Sentuhan akhir harus punya pembeda dan memiliki tenaga ahli di visual merchandising yang unik. Ini harus ada di ‘Aisyi Tower. Karena eman-eman ini sudah bagus,” bongkarnya.

Hal paling fundamental, bagaimana merawat secara berkelanjutan. Bagi Dyah, ini menjadi problema sekaligus titik kelemahan yang masih ditemukan di banyak tempat.
“Orang bisa pakai hotel mahal, orang bisa bayar. Tapi yang paling penting, kita harus menjaga dan merawatnya,” tegas Dyah.
Di samping itu, yang sangat substansial cepat tanggap terhadap komplain dari customer. “Karena masing-masing orang pasti berbeda-beda responsnya,” beber Dyah, yang tidak menyoalkan tentang sistem dan manajemenisasi dari SM.
“Sudah menjadi contoh,” tambahnya.

Sementara, Ning mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dyah ke ‘Aisyi Tower berikut bunga rampai masukan konstruktif yang diberikan.
"Itu sangat membantu kami dalam melakukan pembenahan dan pemasaran ke depan,” bebernya.
Ning mengatakan, pembangunan yang belum sempurna rampung ini terus dikebut. Sejumlah perbaikan dilakukan secara bertahap agar nantinya benar-benar siap saat digunakan.
“Ini baru saja bangunannya selesai, tentu belum bisa dikatakan sempurna. Kita menerima masukan untuk ke depan kita bisa melangkah untuk kemajuan untuk hotel ini,” tandasnya. (Cris)

