BANTUL, Suara Muhammadiyah – Sedemikian vitalnya berkhidmat itu. Lebih-lebih di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, niscaya menemukan titik urgensinya.
“Semangat berkhidmat dan jangan minimalis,” begitulah pesan Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Yang akumulasinya merupakan pantulan dari komitmen, tak pelak, menjadi ciri khas dari warga Persyarikatan. “Punya spirit tinggi, melayani yang terbaik,” bebernya.
Haedar meminta, jangan sampai menihilkan tiga variabel tersebut. Yang disebutnya samat fundamental untuk menciptakan pelayanan organisasi yang tersistematisasi.
“Sebagai pelayan organisasi, melayani seluruh anggota Muhammadiyah, bahkan organisasi sampai ke bawah,” sebutnya.
Pelayanan organisasi amat penting. Haedar mendorong kepada segenap karyawan, baik di lingkungan Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah, harus memacu ritme kecepatannya untuk berbuat dan bertindak sebagaimana laiknya.
"Jadi setelah Syawal, saya pacu lagi kecepatan enam kali lipat,” tekannya, Jumat (10/4) saat Silaturahmi Idul Fitri 1447 H bersama dengan kawan sekerja PP Muhammadiyah dan PP ‘Aisyiyah di Peleman, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul.

Hal fundamental disingkap Haedar, berada di ruang lingkup Persyarikatan, di mana pun tempatnya, merupakan dalam satu entitas. Tidak terpisahkan, bahkan menjadi terkotak-kotak.
“Sehingga harus ada ikatan kolektif ya, ikatan kebersamaan,” sebutnya, yang demikian itu, imbuh Haedar, menjadi representasi dari ciri khas Muhammadiyah selama ini.
“Teman-teman itu juga melayani organisasi di tempat masing-masing,” sambung Haedar lagi.
Karena itu maka, pengkhidmatan dalam memberikan pelayanan mesti ditingkatkan lebih baik lagi. Yang titik simpulnya, sebagai sosok yang mampu menjadi khadimul ummah (pelayan umat) dan khadimul jam'iyyah (pelayan organisasi).
“Semangat berkhidmat semuanya dan jangan minimalis. Minimalis itu yang bagus cuma rumah, tapi kalau bekerja itu tidak bagus kalau minimalis. Jadi harus semangat yang tinggi,” tandas Haedar. (Cris)
