Bukan untuk Sorotan, Panggilan Keimanan dan Keikhlasan Jadi Spirit Relawan Muhammadiyah Berkiprah

Suara Muhammadiyah

23 May 2026

317

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Indonesia tidak bisa lepas dari cengkeraman bencana. Adalah jelas, Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), menjadi pangkal utamanya.

Tak ayal, deret risiko bencana memicu kerawanan yang sangat tinggi, seperti letusan gunung api, gempa bumi, hingga tsunami.

Merespons fakta terbuka di lapangan itu, Agus Taufiqurrahman menyingkap, Muhammadiyah sendiri turut mengambil peran nyata di dalamnya.

“Muktamar Muhammadiyah di Surakarta nama lembaga penanggulangan bencana kita rubah dengan Lembaga Resiliensi Bencana. Maka bagaimana mempersiapkan kalau terjadi bencana itu sudah siap,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Demikian dikemukakan saat pembukaan Holistic IMM Care: Pelatihan HERT (Health Emergency Response TEAM & Psikososial di Universitas Muhammadiyah Magelang, Jumat (22/5).

Mencontoh Jepang. Negeri Matahari Terbit memang kerap terjadi bencana, khususnya gempa bumi. Karena wilayahnya berada di atas pertemuan empat lempeng tektonik utama Pasifik, Filipina, Eurasia, dan Amerika Utara, selain dilintasi oleh jalur Cincin Api Pasifik. 

“Jepang itu negara yang boleh dibilang akrab dengan gempa bumi. Saking tangguhnya, desain arsitekturnya tidak takut kalau terjadi bencana,” bongkar Agus.

Di situlah penting dihadirkan relawan-relawan yang tangguh menghadapi bencana. Lagi-lagi, relawan Muhammadiyah sudah teruji melakukan hal itu, bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

“Pak Menteri Kesehatan waktu itu memuji kehebohan relawan Muhammadiyah itu yang memang beda relawan Muhammadiyah itu,” bebernya.

Ciri khas relawan Muhammadiyah sendiri, kata Agus, yaitu menolong sesama dengan panggilan iman. Adalah jelas, ini menjadi spirit utama yang melekat pada diri setiap relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Bukan sorotan kamera yang menjadikan dia berprestasi. Bukan karena ada medsos yang menggugah dia melakukan kegiatan itu. Tapi karena memang iman itu menuntunkan menolong saudara kita,” tegas Agus.

Di samping itu, relawan Muhammadiyah berjiwa sabar. Tidak hanya sabar saja, tetapi sabar berbalut keikhlasan. Itu selalu disematkan dalam jiwa relawan saat praktik di lapangan.

“Di situlah kelebihan dari relawan Muhammadiyah,” singkapnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Suara Muhammadiyah. Empat mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh M....

Suara Muhammadiyah

14 October 2025

Berita

YOGYAKARA, Suara Muhammadiyah - Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menunjukkan komitme....

Suara Muhammadiyah

15 August 2024

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Sebagai upaya membantu fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat lainn....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

3 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat prestasi ge....

Suara Muhammadiyah

27 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah