PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Upaya mendokumentasikan sejarah, perjuangan, dan kontribusi perempuan Muhammadiyah terus dilakukan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Palembang. Melalui Bedah Buku Profil ‘Aisyiyah Kota Palembang yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPPA) ‘Aisyiyah Kota Palembang, pada Sabtu (18/7/2026), berbagai gagasan dan masukan konstruktif disampaikan guna menyempurnakan buku yang akan menjadi catatan penting perjalanan organisasi tersebut.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Ahmad Damiri Syamsudin, S.E., Ak., Ir. Hj. Atika Dewi, M.T., dan Dr. Haryadi, M.Pd.. Para peserta yang terdiri dari pimpinan, kader, dan anggota ‘Aisyiyah mengikuti diskusi secara aktif sebagai bagian dari upaya memperkuat dokumentasi sejarah organisasi perempuan terbesar di lingkungan Muhammadiyah tersebut.
Ketua LPPA ‘Aisyiyah Kota Palembang, Dr. Maftuhah Nurrahmi, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan dan bedah buku profil ini merupakan langkah strategis untuk merekam perjalanan panjang ‘Aisyiyah Kota Palembang dalam menjalankan misi dakwah, pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, sebuah organisasi besar tidak hanya dituntut untuk terus bergerak dan berkarya, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendokumentasikan jejak perjuangan yang telah dilakukan agar dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi berikutnya.
“Buku profil ini bukan sekadar kumpulan data dan dokumentasi kegiatan, melainkan rekam jejak perjuangan, dedikasi, serta kontribusi nyata kader-kader ‘Aisyiyah Kota Palembang dalam membangun masyarakat. Melalui buku ini, kami ingin memastikan bahwa sejarah dan nilai-nilai perjuangan tersebut dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa LPPA sebagai lembaga yang memiliki fungsi penelitian dan pengembangan berupaya menghadirkan buku yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki nilai akademik dan historis. Oleh karena itu, masukan dari para narasumber sangat dibutuhkan agar substansi buku semakin kuat dan mampu menggambarkan perjalanan organisasi secara komprehensif.
Dalam sesi bedah buku, Ahmad Damiri Syamsudin menilai bahwa dokumentasi organisasi memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesinambungan sejarah dan identitas sebuah lembaga. Ia mengapresiasi langkah ‘Aisyiyah Kota Palembang yang berinisiatif menyusun buku profil sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus media pembelajaran bagi masyarakat.
Menurutnya, buku profil yang baik harus mampu menghadirkan data yang akurat, alur sejarah yang jelas, serta narasi yang menggambarkan dinamika organisasi dari masa ke masa. Dengan demikian, pembaca tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga dapat memahami nilai perjuangan yang melatarbelakangi setiap capaian organisasi.
Sementara itu, Ir. Hj. Atika Dewi, M.T., menekankan pentingnya menampilkan kontribusi nyata ‘Aisyiyah dalam berbagai sektor pembangunan masyarakat. Ia menilai kiprah perempuan Muhammadiyah selama ini telah memberikan dampak besar, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, buku profil harus mampu menunjukkan bahwa ‘Aisyiyah bukan hanya organisasi perempuan, tetapi juga gerakan sosial yang memiliki kontribusi strategis dalam pembangunan bangsa.
Pandangan senada disampaikan Dr. Haryadi, M.Pd., yang menyoroti pentingnya aspek edukatif dalam penyusunan buku profil. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi referensi bagi peneliti, akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah dan perkembangan ‘Aisyiyah di Kota Palembang.
“Dokumentasi yang baik akan menjadi warisan intelektual yang sangat berharga. Melalui buku ini, masyarakat dapat melihat bagaimana peran ‘Aisyiyah dalam membangun peradaban dan memberikan manfaat bagi umat,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan terkait penyempurnaan isi, penyajian data, penggunaan dokumentasi visual, hingga penguatan narasi sejarah organisasi. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi tim penyusun sebelum buku diterbitkan secara resmi.

