Ciri Keberhasilan Puasa Ramadhan Dilihat dari Kejujuran

Suara Muhammadiyah

10 April 2024

2378
Istimewa

Istimewa

GOWA, Suara Muhammadiyah - Ibadah puasa Ramadan mengajarkan umat Islam  untuk selalu bertindak jujur. Oleh karena itu, seseorang yang menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh tidak akan cenderung menjadi orang yang berbohong, mencuri, atau melakukan tindakan korupsi.

Saat ini, rendahnya tingkat kejujuran perlu menjadi perhatian. Salah satu masalah dalam krisis moral yang sedang dihadapi bangsa kita adalah kehilangan nilai kejujuran di kalangan sebagian anak bangsa. Ketika orang yang kehilangan kejujuran tersebut menjadi pemimpin, hal ini tentu akan membahayakan negara yang kita cintai.

Demikian antara lain pokok pikiran yang disampaikan Haidir Fitra Siagian, Ph.D., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, ketika bertindak sebagai khatib dalam shalat Idul Fitri 1 Syawal 1445 H, di Masjid Nur Yasin Perumahan BTN Gowa Lestari Kelurahan Batang Kaluku Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (Rabu, 10 April 2024).

Selanjutnya dijelaskan bahwa seorang lulusan madrasah Ramadan merupakan individu yang bertaqwa dengan karakter yang mulia, yang tercermin dalam perilaku yang baik. Individu yang bertaqwa akan selalu berusaha untuk berbuat yang benar, jujur, adil, dapat dipercaya, serta melakukan segala kebaikan dan kearifan untuk dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, dan umat manusia secara keseluruhan.

Kemudian dari pada itu,  Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini, mengatakan ketika seorang Muslim yang berhasil melaksanakan puasa Ramadhan,  tentunya akan menjauhi segala bentuk perilaku yang salah, buruk, dan tidak layak dalam kehidupannya. Mengingat bahwa  menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh, puasa tersebut harus menjadi sumber kekuatan spiritual untuk membentuk perilaku yang baik dan menjauhi segala perilaku buruk.

Di tengah krisis moral yang melanda, pengajaran tentang pencerahan moral ini menjadi sangat penting dan menentukan, baik dalam perkataan, sikap, maupun tindakan nyata. Islam dengan tegas mengajarkan nilai-nilai seperti amanah, adil, ihsan, kasih sayang, dan akhlak mulia lainnya. 

“Hal ini perlu untuk kita peringatkan kembali dalam kehidupan yang seringkali penuh paradoks. Terkadang, praktik agama tidak selalu mencerminkan konsistensi, bahkan terjadi ketidaksesuaian antara nilai ajaran dengan perilaku para penganutnya”, kata mantan Ketua Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah New South Wales Australia ini.

Dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri ini, diikuti segenap warga perumahan yang berada di sekitar masjid dan masyarakat lainnya. Turut hadir tokoh masyarakat dan pengurus masjid. Pelaksanaan shalat di sini memang sudah rutin setiap tahun.***


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menerim....

Suara Muhammadiyah

13 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan (PERSADA) UAD menggelar Train....

Suara Muhammadiyah

14 September 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Memasuki 10 hari terakhir bulan Suci Ramadan 1445 H, Pimpinan Ca....

Suara Muhammadiyah

6 April 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menjadi salah satu Perguruan Ti....

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

Berita

Model dalam Pemberdayaan Perempuan Judul               : Pengelo....

Suara Muhammadiyah

20 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah