Dakwah Secara Nyata, Bukan Hanya Berkata-kata

Publish

24 August 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1643
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Hamim Ilyas, MAg

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Hamim Ilyas, MAg

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Hamim Ilyas, MAg menyampaikan tahniah atas kelulusan santri dan pelepasan pengabdian thalabah Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM). Menurutnya, santri PUTM harus bisa berdakwah lewat ilmu yang telah diperoleh selama mengenyam pendidikan di PUTM.

“Mudah-mudahan adik-adik dapat ilmu yang benar-benar bermanfaat. Kemudian nanti dalam tugasnya, bisa dilaksanakan. Tugas untuk mewujudkan tujuan Muhammadiyah, masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tuturnya saat menghadiri wisuda dan pelepasan pengabdian thalabah di Kampus 1 PUTM Kaliurang, Ngipiksari, Pakem, Sleman, Sabtu (24/8).

Hamim mengingatkan, Muhammadiyah bukan organisasi berkata-kata. Tapi, kata sejalan tindakan. Maka, untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, harus dilakukan secara saksama dengan hasil secara nyata, bukan sekadar berkata-kata.

“Tradisi di Muhammadiyah Islam agama qaulun wa amalun. Ucapannya ada, tapi juga amalnya juga ada. Sehingga, saya yakin santri PUTM saat bertugas akan dijauhkan dari penyakit wahn (cinta dunia),” ujarnya.

Seluruh santri PUTM pada akhirnya akan melakukan pengabdian di Persyarikatan Muhammadiyah. Hamim mengajak, agar santri jangan sampai mengejar duniawi dalam menjalankan dakwah di Muhammadiyah dalam misi mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

“Jihad di Muhammadiyah memang berani bersakit-sakit. Tidak perlu ke Suriah jihad bersama ISIS, tapi bersakit-sakit untuk mewujudkan masyarakat Islam sebenar-benarnya itu sudah menjadi jihad kita,” bebernya.

Selama melakukan pengabdian, Hamim meminta kepada seluruh santri agar bisa menyemai agama Islam sesuai paham di Muhammadiyah. Islamnya Rahmatan Lil ‘Alamin sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. “Dengan paham Islam itu, beragama di Muhammadiyah tidak sekadar mencari pahala dan menghindari dosa. Tapi, beragama itu adalah untuk membangun peradaban,” jelasnya.

Peradaban, sambung Hamim, sebagai misi membangun kehidupan yang baik dengan pangkal kecerdasan pikiran dan kekayaan batin. Dan untuk mewujudkan kehidupan yang baik itu dengan ilmu pengetahuan, kesenian, teknologi, dan sistem sosial yang kompleks. 

“Sehingga jelas, beragama itu untuk mewujudkan kehidupan yang baik dengan kecerdasan pikiran dan kekayaan batin kita. Beragama untuk membangun peradaban ini sesuai dengan ajaran Al-Qur’an (Qs al-Maidah ayat 3),” tegasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

UNISA Yogyakarta dan PCIA Hongkong Gelar FGD YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya mem....

Suara Muhammadiyah

10 June 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Nismara Pragya Chedrina Agung, siswa kelas VI SD Muhammadiyah Pro....

Suara Muhammadiyah

18 August 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pemerintah seharusnya bisa melakukan kerja sama dengan perguruan....

Suara Muhammadiyah

4 July 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Suasana hangat memenuhi ruang UMCo Universitas Muhammadiyah Ri....

Suara Muhammadiyah

23 October 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Inovasi lahir dari keberanian untuk melihat peluang di balik k....

Suara Muhammadiyah

8 October 2025