SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Darul Arqam Madya Nasional (DAMNas) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surakarta resmi dibuka di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Rabu (20/5). Kegiatan kaderisasi tingkat nasional tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Mei 2026.
Pembukaan DAMNas dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah, pimpinan daerah, organisasi otonom, dan tamu undangan dari berbagai daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PDM Kota Surakarta Drs. HM. Joko Riyanto, S.H., M.M., M.H., Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., Ketua DPRD Kota Surakarta Budi Prasetyo, S.Sos., M.A.P., Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Surakarta ums.ac.id, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., Wakil Rektor III UMPKU Surakarta Dr. Suyanto, S.Ag., M.Ag., serta Sekretaris Bidang Riset dan Teknologi DPD IMM Jawa Tengah, Fika Annisa’ Sholihah, S.Ars., M.Arch.
Dalam sambutannya, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai inti keberlangsungan organisasi. Menurutnya, organisasi yang mampu bertahan dan berkontribusi dalam waktu panjang adalah organisasi yang menjaga proses perkaderan secara berkelanjutan.
“Muhammadiyah sudah berusia lebih dari satu abad dan tetap bertahan karena proses kaderisasi yang berjalan. IMM juga harus terus berperan dalam mengembangkan potensi religiositas, intelektualitas, ilmu pengetahuan, dan humanitas mahasiswa,” ujarnya.
Ia menyebut kegiatan seperti Darul Arqam Madya Nasional menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat ideologi persyarikatan sekaligus membangun kontribusi kader terhadap perkembangan masyarakat dan bangsa.
“Kita berharap forum ini menjadi arena untuk memahami perkembangan lingkungan sekitar sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., mengapresiasi penyelenggaraan DAMNas yang bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional. Ia menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai motor pergerakan bangsa.
“Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita bahwa pergerakan harus terus hidup dan memberikan dampak. Gerakan pemuda sejak masa Budi Utomo hingga Sumpah Pemuda lahir dari anak-anak muda yang memiliki ilmu dan wawasan,” jelas Astrid.
Menurutnya, IMM sebagai organisasi kader memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual.
“DAMNas bukan hanya ruang penguatan ideologi dan kepemimpinan kader, tetapi juga wadah lahirnya generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan dan pengabdian kepada umat dan bangsa,” katanya.
Astrid juga menegaskan Pemerintah Kota Surakarta membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemahasiswaan, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadaban,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Bidang Ristek DPD IMM Jawa Tengah, Fika Annisa’ Sholihah, S.Ars., M.Arch., berharap DAMNas mampu melahirkan intelektual muda yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menyoroti tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut, yakni “Disrupsi Masyarakat Urban 5.0”, sebagai tantangan yang perlu dijawab kader IMM melalui gagasan dan gerakan nyata.
“Kami berharap peserta mampu memberikan kontribusi pemikiran untuk memetakan berbagai persoalan di masyarakat, mencari solusi, dan membentuk gerakan-gerakan sosial maupun digital yang berkelanjutan,” ujarnya.
Fika juga mendorong peserta untuk mampu melihat persoalan masyarakat secara empiris dengan menggabungkan observasi lapangan, data, teori, serta regulasi yang relevan agar solusi yang ditawarkan lebih tepat sasaran.
Selain itu, ia mengajak kader IMM untuk membangun sinergi dengan berbagai stakeholder guna menindaklanjuti hasil pembahasan selama DAMNas berlangsung.
Ketua Umum PC IMM Kota Surakarta, Albi Almahdy, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa dalam menghadapi disrupsi sosial di era urban 5.0. Ia mengajak kader IMM untuk hadir sebagai agen perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Sebagai kaum muda dan mahasiswa, kita harus hadir untuk mengubah kondisi disrupsi yang terjadi saat ini. Allah tidak akan mengubah nikmat yang diberikan kepada suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya,” ujarnya mengutip QS. Al-Anfal ayat 53.
Albi juga mengingatkan kader IMM agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa, khususnya kontribusi kader Muhammadiyah dalam perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan dan kebangkitan nasional.
“Indonesia bisa merdeka dan bangkit tidak lepas dari peran kader-kader Muhammadiyah seperti Soekarno, Jenderal Sudirman, Mohammad Natsir, Ir. Juanda, dan tokoh lainnya. Kader IMM dituntut untuk tidak melupakan sejarahnya sendiri dan menjadikan itu sebagai api perjuangan,” tegasnya. (*)

