DAP Kader Tingkat VI Madrasah Mu’allimin, Ruang Peneguhan Kader di Era Disrupsi

Suara Muhammadiyah

2 May 2026

392
Pembukaan Darul Arqam Purna Kader Tingkat VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta tahun ajaran 2025-2026. Foto: Cris

Pembukaan Darul Arqam Purna Kader Tingkat VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta tahun ajaran 2025-2026. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Darul Arqam Purna Kader Tingkat VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta menjadi simpul dari matarantai perkaderan yang diejawantahkan selama mengenyam pendidikan di madrasah tersebut.

Demikian dikemukakan Mhd Lailan Arqam, Sabtu (2/5) di Kampus Induk Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta saat pembukaan DAP tahun ajaran 2025-2026, yang dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto.

“Madrasah ini tentu bukan sekadar sekolah atau madrasah layaknya umumnya hanya berpikir akademik semata, tapi kita punya beban yang sama, punya tuntutan dan tantangan sekaligus peluang menjadi kader di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya.

Dengan adanya DAP, menjadi sangat substansial. Sehingga mesti ada penghayatan selama mengikuti acara yang berlangsung sampai Selasa (5/5) mendatang di Gelanggang Pemuda Youth Center Yogyakarta.

“Berhenti sejenak berpikir hal-hal yang lain. Fokus pada kegiatan rangkaian DAP,” tekannya, yang menggarisbawahi tema DAP tahun ini yaitu “Meneguhkan Islam Berkemajuan: Peran Generasi Muda dalam Merawat Keberagamaan, Kebangsaan, dan Keumatan di Era Disrupsi.”

“DA ini penting. Dan ikuti dengan saksama dengan totalitas,” ujarnya, seraya mengingatkan, dinamika kehidupan kini dan ke depan niscaya dihadapkan dinamika yang superkompleks.

“Banyak dinamika yang menuntun kamu untuk tetap mengibarkan panji-panji tajdid, gerakan dakwah dengan caramu dan dengan petunjuk yang sudah dituntunkan kepada kita,” beber Lailan, yang juga Wakil Sekretaris II Majelis Tabligh PP Muhammadiyah.

DAP tahun ini diikuti sebanyak 268 siswa kelas VI dan dari pelbagai daerah di tanah air. Selama DAP, para siswa akan mendapat materi berupa perkaderan juga hal-hal fundamental lainnya yang sangat dibutuhkan bagi mereka untuk berdiaspora di masa depan.

“Kamu akan dilesatkan menjadi berdiaspora dan menjadi apa pun, tapi tetap akhirnya kembali ke Muhammadiyah,” tutur Lailan.

Maknanya apa? Sebutnya, yakni kembali kepada Kepribadian Muhammadiyah. “Jadi apa pun kamu, di mana pun kamu berada, kamu harus ingat, bahwa kamu itu dilatih menjadi pemimpin-pemimpin bagi masyarakat. Karena masyarakat itu merupakan tanggung jawabmu,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebagai garda terdepan dalam dakwah komunitas, para dai Muhammad....

Suara Muhammadiyah

1 May 2025

Berita

MUNGKID, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang melepas jamaah haji me....

Suara Muhammadiyah

27 April 2025

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Setelah rangkaian dengan demi rangkaian terlewati dengan meriah da....

Suara Muhammadiyah

15 November 2025

Berita

KOTAGEDE, Suara Muhammadiyah – Masjid Adz-Dzikra Cokroyudan Kotagede Yogyakarta menyelenggarak....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Berita

PERNYATAAN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TERKAIT AKSI MASSA, SERUAN DIALOG DAN KEDAMAIAN Nomor: 20/PE....

Suara Muhammadiyah

1 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah