Lulus Program Boarding School Smamda Sidoarjo Mendapatkan Beasiswa Studi di Universitas Islam Madinah, Begini Caranya.
MADINAH, Suara Muhammadiyah - membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Boarding SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda). Yahya Ayas Jafar Lobud, lulusan tahun 2020, kini resmi menempuh studi di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, pada jurusan Aqidah dan Dakwah. Perjalanan menuju kampus impian tersebut tidaklah singkat, melainkan melalui proses panjang selama lima tahun pendaftaran.
Sejak awal kelulusan, Ayas telah mengajukan pendaftaran pada 2020. Pada percobaan pertama, ia sempat lolos tahap awal (murosyah), namun belum dinyatakan diterima. Tahun 2021, ia kembali mencoba dengan mendaftar ke sembilan kampus di Arab Saudi, tetapi belum membuahkan hasil. Upaya tersebut terus ia lakukan hingga akhirnya kesempatan datang pada 2025.
Pada tahun 2024, ia tidak mendaftar karena fokus menyelesaikan studi S1 di STID Mohammad Natsir jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Setelah menerima email untuk mendaftar kembali, Ayas mengajukan berkas pada Mei 2025 dan resmi diterima pada Agustus 2025. Proses perkuliahan dilaksanakan secara daring hingga Desember, sebelum akhirnya ia berangkat ke Madinah pada Januari 2026. Ia tiba pada 14 Januari setelah mendapat panggilan untuk segera mengurus visa dan medical check-up.
Dalam keterangannya, Ayas menyebut bahwa ia mendaftar secara mandiri setelah memperoleh informasi dari Instagram PPMI Madinah dan mengakses laman Study in Saudi. Sejumlah dokumen ia siapkan dan terjemahkan ke bahasa Arab, di antaranya ijazah, transkrip nilai, surat rekomendasi lembaga dan perorangan, surat keterangan sehat, SKCK, serta SKKB dari sekolah. Ia juga melampirkan sertifikat hafalan Al-Qur’an, hafalan hadits, matan ilmiyah, serta sertifikat kemampuan bahasa.
Selain fokus akademik, Ayas juga memiliki pengalaman pengabdian. Saat kuliah di STID, ia menjalani dakwah selama 45 hari pada bulan Ramadhan di Kecamatan Tobelo, Maluku Utara, tepatnya pada semester enam. Pengalaman tersebut ia kenang sebagai momen berharga dalam pembentukan karakter dan penguatan kapasitas dakwah.
Berasal dari Kotamobagu, Sulawesi Utara, Ayas terakhir pulang kampung pada 2021 dan hingga kini telah lima tahun belum kembali. Keluarganya masih menetap di Kotamobagu. Sang kakak, Farah Khairunnisa Lobud, tengah menempuh studi Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan pernah melaksanakan praktik mengajar di Smamda.
Sejak 2017, Ayas menempuh pendidikan di Smamda sebagai bagian dari periode kedua Program Boarding School dan duduk di kelas X MIPA 1. Putra kedua dari pasangan Suharto Lobud dan Haslinda Pomayaan ini berharap adik-adik kelasnya dapat menyusul jejaknya menembus kampus-kampus Timur Tengah.
Hingga saat ini, terdapat dua alumni Smamda yang menempuh studi di Universitas Islam Madinah. Selain Ayas, ada Affan Haekal, lulusan tahun 2018. Di akhir pesannya, Ayas menyampaikan ungkapan syukur, “Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihat,” seraya membuka diri bagi adik-adik kelas yang ingin berkonsultasi terkait beasiswa Timur Tengah.
Kisah panjang tersebut menegaskan bahwa ikhtiar yang dilakukan secara istiqamah, disertai doa dan kesabaran, pada akhirnya akan menemukan jalan terbaiknya. (Naimul/Naf)

