Deforestasi Ancam Arah Pembangunan Nasional, Pakar UMY Ingatkan Risiko Jangka Panjang

Publish

9 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
430
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pakar Kebijakan Lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rijal Ramdani, S.IP., MPA., Ph.D., menilai bahwa deforestasi yang terus berlangsung di Indonesia tidak hanya berdampak pada hilangnya tutupan hutan, tetapi juga berpotensi mengganggu arah pembangunan nasional dalam jangka panjang. Kerusakan lingkungan yang terjadi selama bertahun-tahun telah membentuk pola risiko baru yang memengaruhi ekologi, ekonomi, hingga kualitas hidup masyarakat.

“Jika deforestasi dibiarkan terus berlanjut, kita akan menghadapi krisis ekologis yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat hari ini. Kerusakan hutan akan memicu ketidakstabilan iklim lokal, memperparah bencana hidrometeorologi, dan menciptakan beban baru bagi negara dalam jangka panjang,” ujarnya dalam wawancara daring pada Senin (8/12).

Ia menjelaskan bahwa dampak deforestasi tidak hanya terkait dengan aspek lingkungan, tetapi juga mempengaruhi arah pembangunan nasional. Berkurangnya kawasan hutan berarti hilangnya berbagai layanan ekologis yang selama ini mendukung sektor strategis, mulai dari pertanian, energi, air bersih, hingga kesehatan.

Deforestasi yang tidak terkendali juga membuat masyarakat di kawasan rawan bencana sebagai pihak yang paling cepat merasakan dampaknya. Mulai dari meningkatnya potensi longsor, banjir bandang, hingga penurunan kualitas udara, pola ini, menurut Rijal, telah terlihat di berbagai daerah dan akan semakin memburuk tanpa adanya perubahan kebijakan signifikan.

“Warga selalu menjadi korban pertama. Mereka yang tinggal di wilayah terdampak langsung merasakan hilangnya sumber mata pencaharian, terganggunya akses air, hingga ancaman bencana yang semakin sering terjadi. Negara harus memikirkan perlindungan jangka panjang yang lebih serius, tidak hanya respons darurat, tetapi juga pencegahan yang terencana,” tegasnya.

Rijal juga menyoroti perubahan regulasi yang mengembalikan sebagian besar kewenangan pemanfaatan lahan kepada kepala daerah. Menurutnya, kebijakan ini memiliki dua sisi: membuka peluang percepatan pembangunan, tetapi sekaligus meningkatkan risiko jika tidak diimbangi dengan pengawasan yang kuat. Kepala daerah berada pada posisi strategis, tetapi juga rentan terhadap kepentingan jangka pendek yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

“Ketika keputusan pemanfaatan lahan dikembalikan ke kepala daerah, kita harus memastikan kapasitas, integritas, dan tata kelola pengawasan ikut diperkuat. Jika tidak, keputusan yang seharusnya berbasis pertimbangan ekologis bisa berubah menjadi keputusan ekonomi jangka pendek,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rijal menilai bahwa Indonesia membutuhkan tata kelola lingkungan yang lebih adaptif untuk menghadapi risiko jangka panjang tersebut. Sistem perencanaan pembangunan, menurutnya, harus mulai menggunakan pendekatan berbasis risiko, bukan sekadar mengejar target angka pertumbuhan. Dengan demikian, pemanfaatan lahan dapat mempertimbangkan kapasitas lingkungan untuk menopang kehidupan generasi mendatang.

“Kalau kita ingin Indonesia tetap berdiri kokoh puluhan tahun ke depan, perbaikan tata kelola tidak bisa ditunda. Kita membutuhkan komitmen jangka panjang yang konsisten, lintas pemerintahan, dan tidak dipengaruhi kepentingan politik sesaat. Hutan yang tersisa harus dilindungi sebagai investasi terbesar bangsa ini,” pungkasnya. (NF)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah berduka. Putra Bintan Adi....

Suara Muhammadiyah

29 December 2025

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Nabi Ibrahim merupakan nabi pilihan Allah yang dijuluki Ulul Az....

Suara Muhammadiyah

22 July 2025

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gowa menggelar Musyawarah....

Suara Muhammadiyah

19 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Baru-baru ini, Suara Muhammadiyah melaunching buku Cendekiawa....

Suara Muhammadiyah

11 July 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Dalam puncak Dies Natalies ke – 75 dan Lustrum ke-15 Univer....

Suara Muhammadiyah

19 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah