SERANG, Suara Muhammadiyah – Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah, Deni Asy’ari, MA, Dt Marajo, mengapresiasi pencanangan pembangunan SM Tower Banten sebagai langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat kemandirian ekonomi persyarikatan di wilayah Banten.
Apresiasi tersebut disampaikan Deni Asy’ari saat memberikan kuliah umum dalam Rapat Kerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Serang yang digelar di Aula Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Banten, Sabtu (17/01/2026).
Menurut Deni, pencanangan SM Tower Banten mencerminkan keberanian Muhammadiyah daerah dalam mengelola aset secara produktif dan berorientasi jangka panjang. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan semangat Suara Muhammadiyah dalam mengembangkan unit-unit usaha berbasis kemandirian dan kekuatan internal persyarikatan.
“Pembangunan seperti SM Tower ini adalah contoh bagaimana aset Muhammadiyah tidak hanya diam, tetapi diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi umat,” ujar Deni.
Dalam kesempatan itu, Deni juga berbagi pengalaman Suara Muhammadiyah yang berhasil mengembangkan berbagai unit usaha—mulai dari media literasi, perhotelan, hingga ritel Logmart tanpa bergantung pada hutang perbankan. Ia menegaskan bahwa model pembiayaan berbasis investasi internal dan partisipasi warga persyarikatan terbukti mampu memperkuat kedaulatan ekonomi Muhammadiyah.
Ia mencontohkan pembangunan Hotel Aisyiyah Tower di Klaten yang berhasil menghimpun dana melalui skema investasi internal. Model serupa, menurutnya, sangat relevan diterapkan dalam pembangunan SM Tower Banten.
Deni juga menekankan bahwa unit bisnis Muhammadiyah harus memiliki keberpihakan sosial. Karena itu, ia mendorong agar usaha-usaha yang dikembangkan, termasuk SM Tower Banten ke depan, memberi ruang bagi UMKM warga Muhammadiyah, khususnya Aisyiyah, sebagai bagian dari ekosistem ekonomi persyarikatan.
Melihat posisi strategis Kota Serang yang dekat dengan pelabuhan, Deni menilai SM Tower Banten berpotensi dikembangkan tidak hanya sebagai pusat aktivitas organisasi, tetapi juga sebagai simpul ekonomi, logistik, dan jejaring bisnis Muhammadiyah di wilayah barat Pulau Jawa hingga Sumatera.



