PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Tengah (DPD IMM Kalteng) resmi membuka Pendidikan Khusus Immawati (DIKSUSWATI) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Revitalisasi Peran Immawati yang Progresif dan Berkemajuan” di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalteng, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas kader Immawati sekaligus forum refleksi terhadap persoalan kekerasan seksual dan ketidakadilan gender yang masih terjadi di tengah masyarakat.
Risma Dewi selaku Ketua Bidang Immawati DPD IMM Kalteng menyampaikan bahwa gerakan Immawati memiliki posisi penting sebagai motor penggerak dan jawaban terhadap persoalan keperempuanan.
“Jadi di sini Immawati lahir sebagai jawaban, sebagai kader perempuan Muhammadiyah, kita bukan sekadar pelengkap di dalam organisasi namun di sini kita sebagai penggerak gerakan perempuan di Kalteng. Kita sebagai acuan potret Muslimah, yang tak terlepas Immawati akan menjadi regenerasi untuk penerus ibunda ‘Aisyiyah kedepan, kita adalah subjek perubahan untuk IMM masa depan,” ungkapnya.
Ketua Umum DPD IMM Kalteng, Aris Pratama Gunawan dalam sambutannya menegaskan bahwa IMM hadir sebagai gerakan sosial yang memiliki tanggung jawab moral dalam menangani persoalan kekerasan seksual di Kalteng.
Ia menyampaikan bahwa maraknya kasus kekerasan seksual, baik di lingkungan pendidikan maupun ruang sosial lainnya, menjadi alarm serius yang harus dijawab bersama melalui edukasi, advokasi, dan penguatan keberpihakan terhadap korban.
“IMM Kalteng hadir untuk menjadi bagian dari solusi, sebagai bagian gerakan yang tidak hanya menyuarakan kepedulian, tetapi juga berkomitmen menjadi pelopor terciptanya ruang aman, ruang yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan stigma terhadap perempuan,” tegasnya.
Selain itu, pelaksanaan DIKSUSWATI juga menjadi refleksi penting bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, memimpin, dan menentukan masa depannya tanpa rasa takut.
H. Daryana, S.E., M.Pd., mewakili Ketua PWM Kalteng secara resmi membuka kegiatan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaannya. Ia juga berharap DPD IMM Kalteng dapat terus mengambil peran aktif dan menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif dalam membahas berbagai persoalan keperempuanan.
“Sebagaimana pesan surah Ali Imran ayat 104, bahwasanya kita diperintahkan untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah yang munkar, tentunya agenda ini menjadi implementasi atas surah tersebut, kami sangat mengapresiasi dan harapan kami IMM dapat menyelesaikan persoalan yang ada, khususnya mencegah kemungkaran, terutama dalam kekerasan seksual,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Andina Thresia Narang, B.Comm., selaku Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yang memaparkan pandangan dan gagasannya mengenai pentingnya peran perempuan dalam dinamika politik kebangsaan.
Kolaborasi Posbakum Aisyiyah
Selain itu, DPD IMM Kalteng dan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) ‘Aisyiyah Kalimantan Tengah resmi menjalin kerja sama strategis dalam upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan mahasiswa dan kampus. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan ruang aman, inklusif, serta berpihak kepada korban.
Aris Pratama Gunawan menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata IMM Kalteng dalam menghadirkan gerakan preventif sekaligus solutif bagi mahasiswa.
“Kampus harus menjadi ruang yang aman untuk bertumbuh, belajar, dan berkembang tanpa adanya ancaman kekerasan maupun diskriminasi,” tegasnya.
Adapun ruang lingkup pelaksanaan nota kesepahaman bersama ini meliputi:
Meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa terhadap isu kekerasan seksual.
Mewujudkan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.
Memberikan pendampingan bantuan hukum dan psikososial kepada korban kekerasan seksual di kalangan mahasiswa.
Mendorong pelaporan dan penanganan kasus kekerasan seksual secara adil dan sesuai hukum.
Sementara itu, pihak Posbakum ‘Aisyiyah Kalteng menegaskan kesiapan mereka untuk memberikan pendampingan hukum dan psikososial secara profesional kepada korban, sekaligus memperkuat edukasi hukum kepada mahasiswa agar lebih berani melapor ketika terjadi tindak kekerasan seksual.
Melalui kerja sama ini, DPD IMM Kalteng dan Posbakum ‘Aisyiyah Kalteng berharap dapat membangun budaya kampus yang lebih sadar terhadap pentingnya perlindungan hak-hak perempuan dan korban kekerasan seksual, serta menghadirkan sistem penanganan yang lebih responsif, adil, dan humanis.
Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi contoh sinergi antara organisasi mahasiswa dan lembaga bantuan hukum dalam memperjuangkan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, bermartabat, dan berkeadilan bagi seluruh mahasiswa. Nantinya, melalui Bidang Immawati DPD IMM Kalteng akan membuka layanan PPKS dengan membentuk Tim Satgas PPKS DPD IMM Kalteng. (APG)

