JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pendidikan Khusus Immawati (Diksuswati) Paripurna yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) sukses digelar di PPSDM Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada 26–28 Juni 2026.
Mengusung tema Women's Sustainable Leadership, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kader perempuan IMM agar mampu menjawab tantangan sosial, pendidikan, lingkungan, hingga pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Ketua Bidang Immawati DPP IMM, Sumarni, mengatakan tema tersebut dipilih karena kepemimpinan perempuan saat ini dituntut tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu membangun sistem yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
“Women's Sustainable Leadership kami angkat karena kepemimpinan perempuan hari ini harus berbasis nilai, adaptif terhadap perubahan, berorientasi jangka panjang, serta mampu membangun budaya, sistem, dan ekosistem yang terus berkembang lintas generasi," jelasnya.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Kedekatan perempuan dengan isu pendidikan, kesejahteraan keluarga, pembangunan komunitas, kesehatan, hingga lingkungan menjadikan perspektif kepemimpinannya lebih peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Pengalaman perempuan dalam menghadapi persoalan ketahanan pangan, akses air bersih, kesehatan keluarga, hingga dampak perubahan iklim membentuk kepemimpinan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan mampu menghadirkan solusi yang berkelanjutan, dengan kita menghadirkan juga narasumber pakar dibidangnya,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui pendekatan Women's Sustainable Leadership, Immawati didorong menjadi pengambil keputusan, penggerak perubahan sosial, penguat kaderisasi, agen pendidikan politik, sekaligus pelopor kesadaran lingkungan.
"Semangat ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap Diksuswati Paripurna melahirkan kader perempuan yang berintegritas, progresif, adaptif, dan mampu menghadirkan kepemimpinan yang berdampak mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga tingkat nasional dan global," tutur Kandidat Doktor UMJ ini.
Sementara itu, Sekretaris Bidang Immawati DPP IMM, Sakinah Fitrianti, mengungkapkan bahwa Diksuswati Paripurna tahun ini diikuti oleh 37 peserta yang berasal dari 17 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM tingkat provinsi dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Partisipasi kader dari 17 provinsi menunjukkan besarnya semangat kader perempuan IMM untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Kami berharap seluruh peserta menjadi motor penggerak yang mampu menghadirkan perubahan positif di daerah masing-masing," katanya.
Menurutnya, pendidikan khusus tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter kepemimpinan perempuan yang kritis, transformatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
“Harapan kami, Diksuswati Paripurna yang telah digelar, mampu melahirkan kader perempuan yang memiliki kapasitas kepemimpinan berkelanjutan, berpikir kritis, serta mampu mentransformasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan dalam setiap ruang pengabdian," ujar Doktor Ilmu Komunikasi tersebut.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi kepemimpinan, penguatan ideologi, pembangunan berkelanjutan, pendidikan politik, hingga isu-isu strategis perempuan.
“DPP IMM berharap alumni Diksuswati Paripurna menjadi aktor perubahan yang mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa sekaligus memperkokoh kaderisasi organisasi di berbagai daerah,” tambahnya pada Rabu, 1 Juli 2026. (diko)

