Fathurrahman Kamal Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban

Suara Muhammadiyah

29 September 2025

841
KH Fathurrahman Kamal, Lc., MSI saat pengajian umum subuh ceria di Masjid At-Taqwa Jatikulon, Kudus, Jawa Tengah, Ahad (28/9)

KH Fathurrahman Kamal, Lc., MSI saat pengajian umum subuh ceria di Masjid At-Taqwa Jatikulon, Kudus, Jawa Tengah, Ahad (28/9)

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fathurrahman Kamal menekankan kembali hakikat masjid sebagai pusat ketakwaan, bukan sekadar tempat ritual. “Takwa itu bukan hanya sifat individu, tapi harus menjadi karakter sosial dan kebangsaan,” ujarnya saat Pengajian Umum Subuh Ceria di Masjid At-Taqwa Jatikulon, Kudus, Jawa Tengah, Ahad (28/9).

Fathurr menyinggung sejarah awal dakwah Nabi Muhammad. Menurutnya, meski kewajiban salat lima waktu belum turun di Mekah, Rasulullah sudah menegakkan karakter umat melalui masjid. Saat tiba di Madinah, langkah pertama Nabi adalah membangun masjid sebagai simbol persatuan dan perekat ruh masyarakat. “Jika bangsa ini ingin kokoh, ikatkan hati kita dengan masjid,” tegasnya.

Ia juga mengupas tafsir Surah At-Taubah yang menyebut masjid sebagai tempat orang-orang yang gemar bersuci. Para mufasir, jelasnya, menafsirkan kesucian itu meliputi dua dimensi: fisik dan spiritual. Secara fisik, wudu membuat muslim selalu menjaga kebersihan tubuhnya. Secara batin, masjid menjadi tempat penyucian jiwa yang menumbuhkan karakter mulia.

Lebih jauh, Fathurr mengingatkan bahwa salat adalah mi’raj bagi orang beriman. Di dalamnya, setiap muslim memutus komunikasi dengan selain Allah. “Orang yang hidupnya dekat dengan masjid akan bersih jasmani dan jiwanya. Inilah generasi yang dipuji Allah,” katanya. Ia juga mengutip doa Rasulullah yang memohon cahaya dalam hati, penglihatan, pendengaran, hingga seluruh anggota tubuh.

Namun, ia mengingatkan ancaman kegelapan hati akibat jauhnya manusia dari nilai iman. Ia mencontohkan kasus seorang ibu yang tega membunuh anaknya karena terhimpit ekonomi. Menurutnya, tragedi itu lahir dari hati yang gelap dan kehilangan nur hidayah. “Pendidikan karakter harus dimulai dari masjid. Kalau sejak kecil anak-anak dekat dengan masjid, insyaallah bangsa ini kuat,” ujarnya.

Fathurr juga menyinggung isu toleransi. Menurutnya, Islam sangat menjunjung tinggi penghormatan kepada sesama, sebagaimana Nabi memperlakukan tetangga Yahudi dan menghormati jenazah non-muslim. Namun, ia menegaskan bahwa batasan iman dan ibadah harus tetap dijaga. “Jangan sampai anak-anak lebih mengenal tempat ibadah lain daripada masjid,” katanya mengingatkan.

Ia juga menyoroti regulasi pendidikan yang dianggapnya tak sejalan dengan nilai Islam, seperti larangan menegur perilaku menyimpang atas nama HAM. “Di masjid, anak-anak tidak mungkin diajarkan penyimpangan itu. Justru di masjid mereka tumbuh dalam ekosistem yang sehat,” tegasnya. Dari situ, ia mengajak jamaah menjadikan rumah tangga sebagai benteng pendidikan utama dan masjid sebagai pusat ketahanan sosial.

Menutup ceramah, Fathurr menawarkan gagasan menjadikan masjid lebih ramah bagi generasi muda. Masjid, menurutnya, perlu dilengkapi dengan fasilitas olahraga, perpustakaan digital, ruang kreatif, hingga layanan konsultasi. “Masjid harus jadi pusat peradaban. Dari rumah tangga lahir ketahanan individu, dari masjid lahir ketahanan sosial,” tandasnya. (Indra)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa program studi Administrasi Publik UM Bandung menggelar....

Suara Muhammadiyah

3 December 2023

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) bekerja sama denga....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menggelar acara wisuda ke-28. Seba....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak bosan-bosan melahirkan berb....

Suara Muhammadiyah

23 September 2023

Berita

SINJAI, Suara Muhammadiyah - Anggota Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Irwan Baa....

Suara Muhammadiyah

21 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah