Gus Bach: Kader Diaspora Sebagai Jembatan Peradaban

Suara Muhammadiyah

4 July 2026

142
Gus Bach

Gus Bach

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menutup kegiatan Coaching Instruktur Pendamping Perkaderan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) wilayah "Asia Pasifik dan Mediterania" (Maroko, Libya, Thailand, dan Mesir) pada Kamis (4/7). Acara yang berlangsung secara daring melalui _zoom meeting_ ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan gerak dakwah kader Muhammadiyah di dalam dan luar negeri. 

Dalam amanat penutupnya, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pengurus MPKSDI dan para kader di luar negeri. Ia menekankan bahwa kader merupakan pilar krusial persyarikatan yang memiliki peran ganda: ke bawah merangkul jemaah dan anggota, serta ke atas menjadi aktivis dan pimpinan Muhammadiyah-'Aisyiyah. 

"Di mana pun dan kapan pun, kader harus siap sedia berkhidmat untuk memajukan gerak dakwah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga tercipta masyarakat Islam yang sebenar-benarnya," ujar Bachtiar. 

Bachtiar menggarisbawahi dua peran utama yang diemban oleh kader-kader Muhammadiyah yang berada di mancanegara. Pertama, mereka adalah duta sekaligus striker (penyerang produktif) dakwah Muhammadiyah. Tugasnya adalah mengenalkan, menyebarkan, dan melakukan penetrasi wawasan Islam berkemajuan yang maju, modern, moderat, dan penuh rahmat agar dapat diadopsi oleh masyarakat dunia. 

Kedua, kader luar negeri berfungsi sebagai jembatan peradaban. 

"Kalian adalah jembatan yang menghubungkan Muhammadiyah di Indonesia dengan dinamika di mancanegara, baik dengan sesama muslim maupun lintas iman, untuk bersinergi membangun peradaban yang lebih baik," tambahnya. 

Melalui kegiatan pengkaderan ini, MPKSDI berharap visi, idealisme, dan cita-cita gerakan Muhammadiyah dapat ditransmisikan secara utuh. Dengan demikian, jurang perbedaan cara pandang maupun kultur organisasi antara domestik dan internasional dapat semakin menipis. 

Bachtiar juga mengaku sangat bangga dan salut kepada para kader—baik yang sedang menempuh studi, diaspora, maupun pekerja migran—karena di tengah kesibukan tafakkur fiddin (menuntut ilmu), mereka tetap meluangkan waktu dan ruang untuk mengurus persyarikatan. Ia menyebut mereka sebagai the chosen people (orang-orang terpilih) dan khairu ummah (umat terbaik) yang konsisten bermuhammadiyah dalam kondisi lapang maupun sempit. 

Menatap masa depan, Bachtiar optimis bahwa dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, sekembalinya para kader ini ke tanah air, mereka akan menjadi pemimpin yang siap menghebatkan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dengan modal wawasan luas serta jejaring global (global engagement) yang kuat. 

Di akhir amanatnya, ia mendoakan kelancaran bagi studi dan aktivitas para kader di luar negeri serta melempar wacana untuk mengadakan pertemuan besar. 

"Mudah-mudahan suatu saat kita bisa berjumpa. Jika tidak, nanti kita berkumpul dan mengadakan kopi darat kader Muhammadiyah sealam semesta pada Muktamar Muhammadiyah tahun 2027 di Medan," pungkasnya. (Diko/Assalimi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Taekwondo UMP Meraih 13 Mendali Emas, 2 Mendali Perak, 1 Mendali Peru....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Abid Djazuli hadir ....

Suara Muhammadiyah

14 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Percepat langkah transformasi pendidikan, Majelis Pendidikan Dasar ....

Suara Muhammadiyah

1 December 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, M....

Suara Muhammadiyah

27 May 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sesuai data tiap tahun  siswa dan siswi yang dinyatakan lulus be....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah