SIDRAP, Suara Muhammadiyah — Dari sebuah sekolah di daerah, sembilan siswa SMP Muhammadiyah Rappang berhasil menunjukkan bahwa mimpi untuk berprestasi di tingkat nasional bukanlah sesuatu yang mustahil. Dalam Festival Olimpiade Sains Nasional (FESANAS) 2026, mereka sukses meraih sembilan medali sekaligus dari tiga bidang mata pelajaran.
FESANAS 2026 diselenggarakan pada Ahad, 6 September 2026, sedangkan hasil kompetisi dan pengumuman peraih medali disampaikan pada Selasa, 8 September 2026. Ajang tersebut diikuti peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia. Dari kompetisi tersebut, SMP Muhammadiyah Rappang berhasil meraih tiga medali perak dan enam medali perunggu melalui bidang Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
FESANAS 2026 berada di bawah naungan Yayasan Berlian Hati Mulia (BHM) dan merupakan bagian dari ekosistem PUSKANAS (Pusat Kejuaraan Sains Nasional). Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik, mengukur kompetensi, sekaligus membangun keberanian dan semangat berprestasi di tingkat nasional.
Para peraih medali pada FESANAS yaitu Dzakiyah Ramadani A. yang meraih Medali Perunggu dalam bidang Bahasa Inggris; Zauratul Ifriyyah Harun meraih Medali Perunggu dalam Bahasa Indonesia; Aila Syahra Almubaraqah meraih Medali Perak dalam Matematika; Aisyah Nur Ramadhani meraih Medali Perunggu dalam Matematika; Siti meraih Medali Perunggu dalam Bahasa Indonesia; Miftahul Jannah meraih Medali Perunggu dalam Bahasa Indonesia; Bilqis Nur Aqyla meraih Medali Perunggu dalam Bahasa Indonesia; Muthiah Rasyidah meraih Medali Perak dalam Matematika; serta Allysha Karina meraih Medali Perak dalam Bahasa Indonesia.
Pada bidang Matematika, siswa SMP Muhammadiyah Rappang berhasil memperoleh dua medali perak dan satu medali perunggu. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan numerasi, penalaran, dan pemecahan masalah.
Sementara itu, Bahasa Indonesia menjadi bidang dengan perolehan medali terbanyak. Dari bidang ini, siswa berhasil meraih satu medali perak dan empat medali perunggu. Prestasi tersebut menjadi gambaran kemampuan siswa dalam literasi, pemahaman bahasa, serta pengolahan informasi.
Adapun dari bidang Bahasa Inggris, satu medali perunggu berhasil menambah prestasi sekolah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa SMP Muhammadiyah Rappang juga mampu bersaing dalam bidang bahasa asing pada kompetisi tingkat nasional.
Capaian tersebut tidak hanya memperlihatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi gambaran bahwa potensi anak-anak di daerah dapat berkembang ketika mendapatkan ruang, kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan.
Kepala SMP Muhammadiyah Rappang, Ridwan, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas perjuangan para siswa. Menurutnya, sembilan medali yang diraih merupakan buah dari kerja keras siswa, guru, mahasiswa PPG Calon Guru UMS Rappang, serta dukungan seluruh warga sekolah.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian anak-anak. Sembilan medali yang berhasil diraih merupakan hasil dari kerja keras siswa, guru, dan mahasiswa PPG Calon Guru UMS Rappang, serta dukungan seluruh warga sekolah. Yang paling penting, mereka sudah berani tampil dan bersaing di tingkat nasional. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Ridwan.
Wakasek Kurikulum SMP Muhammadiyah Rappang, Nur Indah Sari, S.Pd., Gr., mengatakan bahwa prestasi tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus memberikan ruang kepada setiap siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Setiap siswa memiliki potensi masing-masing. Tugas kami di sekolah adalah memberikan ruang, pendampingan, dan kesempatan agar potensi tersebut dapat berkembang. Prestasi yang diraih anak-anak hari ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan dan pendampingan kepada siswa,” ungkapnya.
Salah seorang peraih Medali Perunggu Bahasa Inggris, Dzakiyah Ramadani A., mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Mengikuti kompetisi tingkat nasional, menurutnya, menjadi pengalaman baru yang sekaligus memotivasinya untuk terus belajar.
"Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan medali perunggu. Awalnya saya merasa gugup karena ini kompetisi tingkat nasional, tetapi saya berusaha percaya diri dan mengerjakan soal dengan sebaik mungkin. Prestasi ini membuat saya semakin semangat untuk belajar dan mengikuti kompetisi berikutnya,” kata Dzakiyah.
Sementara itu, Aila Syahra Almubaraqah, peraih Medali Perak Matematika, mengungkapkan rasa bahagianya setelah mengetahui hasil yang diperolehnya. “Saya senang dan bersyukur bisa mendapatkan medali perak. Bagi saya, ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Saya ingin terus belajar Matematika agar ke depannya bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi,” tutur Syahra.

