Hidup Holistik, Kunci Menjaga Kesehatan Fisik dan Spiritual

Suara Muhammadiyah

15 April 2026

618
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Bandung Sopaat Rahmat Selamet mengatakan bahwa pola hidup holistik saat ini begitu penting dan menjadi pendekatan dalam menjaga keseimbangan hidup manusia di tengah kompleksitas era modern.

Menurut Kang Sopaat—sapaan akrabnya—konsep holistik memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh yang terdiri dari aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual. “Manusia itu tidak bisa dipisahkan antara tubuh, pikiran, emosi, dan ruh. Semuanya saling terhubung dan memengaruhi,” ujarnya saat mengisi program GSM pada Senin (13/042026).

Dia menjelaskan bahwa penerapan pola hidup holistik dapat dilakukan melalui berbagai langkah sederhana. Misalnya saja seperti menjaga pola makan sehat, mengelola stres, hingga melatih kesadaran diri melalui mindfulness dan meditasi. Pendekatan ini dinilai mampu membantu seseorang mencapai keseimbangan hidup secara menyeluruh.

Dalam praktiknya, Sopaat juga menyoroti kekayaan kearifan lokal Sunda yang sejalan dengan konsep holistik. Tradisi seperti ngaleuhang, yakni terapi uap menggunakan rempah-rempah, dinilai efektif untuk relaksasi dan menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, praktik pijat dan seni bela diri seperti silat juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan fisik.

Tidak hanya itu, sejarawan Muhammadiyah ini mengungkapkan bahwa olah eling sebagai bentuk meditasi khas Nusantara memiliki peran penting dalam mengendalikan emosi dan menyucikan hati. “Olah eling ini bukan sekadar meditasi, melainkan sebagai upaya membersihkan hati agar manusia lebih tenang dan sadar,” jelasnya.

Lebih jauh, dalam perspektif Islam, Sopaat menjelaskan bahwa konsep holistik juga tercermin dalam berbagai ajaran, seperti tibun nabawi. Praktik bekam, zikir, serta konsumsi nutrisi sunah seperti madu dan habbatussauda menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan lahir dan batin umat Islam.

Dia menambahkan bahwa zikir dan doa tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi sebagai bentuk terapi spiritual yang mampu menenangkan jiwa. “Zikir itu merupakan bentuk mindfulness dalam Islam yang langsung terhubung dengan Allah, sehingga efeknya lebih dalam secara spiritual,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sopaat memaparkan pentingnya tingkat kesadaran dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Dengan mengutip pandangan David Hawkins dalam Power vs Force, Sopaat menjelaskan bahwa emosi negatif seperti marah dan takut dapat berdampak buruk pada kesehatan, sedangkan emosi positif seperti kasih sayang dan penerimaan justru memperkuat kondisi fisik dan mental.

Menutup pemaparannya, dia menekankan bahwa keseimbangan antara raga, jiwa, dan ruh merupakan kunci utama dalam mencapai kehidupan umat Islam yang berkualitas. “Kalau manusia mampu menjaga keseimbangan ini, maka dia akan lebih mudah menghadapi masalah dan menuju pada derajat insan kamil,” pungkasnya.***(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakult....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki tahun terakhir pelaksanaannya, program SMILE (Strengthening Y....

Suara Muhammadiyah

7 May 2026

Berita

KOBAR, Suara Muhammadiyah - Ikhtiar untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat, pelaksanaan Milad ke-112 M....

Suara Muhammadiyah

9 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka Memperingati Milad ke 109 tahun, Suara Muhammadiyah me....

Suara Muhammadiyah

16 July 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah -  Syahrul Amsari tokoh muda Muhammadiyah Sumatera Utara diberi keper....

Suara Muhammadiyah

3 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah