YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai rangkaian kegiatan komprehensif. Perayaan diawali dengan aneka perlombaan olahraga dan non-olahraga, dilanjutkan dengan karnaval, serta ditutup dengan upacara bendera pada Senin (17/8/2026).
Tidak sekadar seremonial, perayaan kemerdekaan tahun ini diwarnai aksi kepedulian sosial dan keprihatinan mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
UMY mencatat sebanyak 61 mahasiswa yang didampingi oleh 2 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) saat ini tengah berada di lokasi KKN di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur, NTT. Menanggapi situasi bencana gempa bumi yang terjadi, program kerja KKN mahasiswa dilokasi tersebut langsung disesuaikan menjadi aksi tanggap darurat bencana.
"Mahasiswa kami di lokasi bencana langsung menyesuaikan program. Mereka sigap membantu warga di lapangan, salah satunya dengan mengelola dapur umum dan membantu kebutuhan darurat warga. Kehadiran 61 mahasiswa UMY ini dirasakan sangat membantu masyarakat yang terdampak," ujar Prof. Dr. Dyah Mutiarin, S.IP., M.Si, Wakil Rektor bidang Sumber Daya UMY.
Sebagai bentuk empati dan kepedulian, UMY melancarkan aksi penggalangan dana di lingkungan kampus serta mengirimkan bantuan logistik secara bertahap. Setelah menyalurkan bantuan dana respon cepat untuk kebutuhan operasional di lapangan, armada bantuan fisik lanjutan dikirimkan ke lokasi bencana.
Bantuan lanjutan tersebut meliputi 20 unit tenda terpal, 100 lembar selimut, paket perlengkapan keluarga (family kit), obat-obatan, vitamin, serta sembako. Bantuan ini diserahkan melalui Tim Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) UMY yang bertolak ke lokasi KKN di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Tim PENA yang telah menyelesaikan masa KKN tersebut kembali terjun ke lapangan khusus untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dari UMY kepada warga terdampak gempa.
Di samping aksi kemanusiaan di NTT, UMY juga memanfaatkan momen perayaan HUT RI ke-81 untuk meluncurkan program prioritas terbarunya, yaitu "Kampus Sehat Senyaman Taman".
Program ini digulirkan untuk memperkuat komitmen UMY sebagai Green Campus yang berorientasi pada kesehatan fisik dan mental seluruh civitas akademika, baik dosen, karyawan, maupun mahasiswa. Selain itu, program ini digerakkan untuk memperlengkap fasilitas yang lebih inklusif dan ramah bagi teman-teman penyandang disabilitas di lingkungan kampus UMY.
Komitmen Pendidikan Berdaulat, Aksi Kemanusiaan, dan Reputasi Global
Dalam pidato amanatnya, Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D, Wakil Rektor bidang Mutu, Reputasi dan Kemitraan yang bertindak sebagai pemimpin upacara, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mengisi kemerdekaan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, aksi nyata kemanusiaan, serta penguatan daya saing bangsa di tingkat global.
Mengangkat tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", UMY menilai semangat kemerdekaan sangat relevan dengan tanggung jawab perguruan tinggi. Berdaulat dimaknai sebagai kemampuan bangsa untuk berdiri sejajar dengan negara-negara lain melalui kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penguasaan ilmu pengetahuan, serta inovasi yang menjawab persoalan masyarakat.
"Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Tugas kita hari ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat," ujar Slamet dalam pidato amanatnya.
Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, UMY secara khusus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa yang sedang menjalankan program KKN di berbagai daerah, khususnya yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Para mahasiswa KKN dinilai sigap dan tanggap membantu warga setempat di tengah situasi sulit.
"Apresiasi kami sampaikan kepada para mahasiswa KKN UMY yang dengan sigap membantu warga di NTT. Semoga proses penanganan berjalan lancar dan masyarakat Nusa Tenggara Timur segera bangkit dan pulih kembali," tegasnya.
Sebagai perguruan tinggi terkemuka yang berdiri sejak 1981, UMY membuktikan keunggulannya di panggung nasional maupun internasional. Dalam rilis pemeringkatan QS World University Rankings 2027, UMY menempati peringkat ke-14 secara nasional, yang mengukuhkannya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terbaik Kedua serta Perguruan Tinggi Islam Terbaik di Indonesia.
"Saat ini, UMY dihuni oleh mahasiswa dari hampir seluruh provinsi di Indonesia serta 184 mahasiswa internasional yang berasal dari 36 negara. Keragaman ini memperkaya atmosfer akademik kampus sekaligus mempertemukan nilai-nilai kebangsaan dengan panggung dunia," tegas Slamet.
Menyongsong milestone 2025–2030 bertajuk "Towards Leading Entrepreneurial University", UMY menurut Slamet, berkomitmen agar ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kelas atau publikasi jurnal semata. Menghasilkan lebih dari 1.000 publikasi bereputasi dan 800 program pengabdian per tahun, UMY terus mengonversi riset menjadi karya inovatif bernilai tambah bagi masyarakat.
"Meneladani pesan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan bahwa ilmu harus melahirkan amal dan pendidikan membawa kemajuan, UMY mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk terus bekerja profesional dan berintegritas," pungkas Slamet.

