Irwan Akib Buka Wadah Pembentuk Kader Pencerahan Masyarakat

Publish

22 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
115
Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat

Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat

SLEMAN, Sekolah Muhammadiyah – Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) yang diselenggarakan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi dibuka pada Rabu (21/1).

Pembukaan dilakukan secara langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib di BBPPMPV Seni Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Irwan Akib mengapresiasi SEKAM jadi bagian pendidikan pencerahan.

Pendidikan bagi Muhammadiyah, tutur Irwan adalah upaya pencerahan kesadaran keTuhanan yang menghidupkan, mencerdaskan dan membebaskan. Maka SEKAM diharapkan menjadi bagian integratif dengan semangat pendidikan itu.

Ke depan para peserta SEKAM ke-23 ini bisa menjadi bagian gerakan pemberdayaan di kelompok-kelompok marjinal, seperti petani, nelayan, buruh termasuk buruh migran, serta masyarakat miskin kota.

Melalui pelatihan dari SEKAM, diharapkan kader pemberdaya yang akan terjun mendampingi masyarakat tidak sekadar datang, memberi, dan pergi. Sebab pemberdayaan bagi Muhammadiyah lebih dari itu.

Melalui agenda ini, pendamping masyarakat diharapkan memiliki semangat yang perubahan radikal di kelompok masyarakat. Terutama pada sisi tradisi, budaya atau kebiasaan boros yang maladaptif.

“Bahkan kalau kita amati, hal mendasar seperti kebiasaan harus diubah. Misalnya saja kelompok nelayan yang tidak memiliki literasi keuangan. Setelah melaut, dapat uang lalu habis,” ungkapnya.

Pendekatan setiap kelompok masyarakat menurutnya berbeda-beda, dibutuhkan keahlian khusus untuk bisa membangun komunikasi dengan mereka. Keahlian ini bisa didapatkan melalui pelatihan SEKAM ini.

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin meminta peserta SEKAM jadi motor pemberdayaan masyarakat. Yamin menyebut pemberdayaan bertujuan untuk mendorong dari dalam masyarakat sehingga mereka berdaya.

“Itulah (pemberdayaan) mengangkat, mengungkit potensi masyarakat,” ungkap Nurul Yamin.

Selain daya dorong, pemberdayaan juga harus memiliki daya tarik sehingga bisa membuka wawasan masyarakat yang selama ini terkungkung perilaku maladaptif, dan pengetahuan yang selama ini tidak terbuka.

Namun demikian, gerakan pemberdayaan tidak semudah seperti yang dituliskan di atas kertas. Sebab fakta di lapangan kerap kali lebih kompleks. Maka berbagai pendekatan akan dikenalkan di SEKAM ini.

Yamin pada sambutannya menyinggung tentang pendekatan pendidikan Orang Dewasa. Namun, ketika bertemu dengan konteks pendekatan harus disesuaikan sehingga dakwah pemberdayaan dapat dilakukan secara maksimal.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

14 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Persaingan dunia kerja semakin kompleks. Direktur Utama PT Sy....

Suara Muhammadiyah

30 August 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menghadiri acara penyera....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Jawa Ten....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Kegiatan edutrip ke Singapore – Malaysia yang merupakan  I....

Suara Muhammadiyah

4 January 2025