Kenalkan Sejarah pada Anak Muda, Muhammadiyah Luncurkan Film Djuanda

Suara Muhammadiyah

22 February 2025

1711
Peluncuran Film Djuanda: Pemersatu Laut Indonesia. Foto: Cris

Peluncuran Film Djuanda: Pemersatu Laut Indonesia. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah melalui Lembaga Seni Budaya sukses menghasilkan karya terbarunya dibidang perfilman. Film yang bertajuk Djuanda: Pemersatu Laut Indonesia ini resmi diluncurkan pada Sabtu (22/2) di Amphiteater E6 lantai 5 Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Tampak hadir Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib, Dewan Pakar LSB PP Muhammadiyah Sukriyanto AR, Ketua LSB PP Muhammadiyah Gunawan Budiyanto, Cucu Djuanda Ismeth Wibowo Amirullah, dan beberapa tamu undangan launnya.

Ismeth mengaku senang dengan peluncuran film bersejarah itu. Ia menceritakan bahwa Djuanda merupakan sosok yang pernah menduduki jabatan sebagai Perdana Menteri terakhir Republik Indonesia terhitung dari tahun 1957-1959.

“Bahkan dulu waktu Bung Karno sering keluar negeri beberapa kali, kakek saya ditunjuk menjadi Pejabat Presiden,” tuturnya.

Ditambahkan lagi oleh Ismeth, jabatan strategis Djuanda yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan. Lalu Menteri Keuangan serta Menteri Pertahanan. 

“Dan beliau adalah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia yang pertama. Dan beliau juga Menteri Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)—dulu Badan Perancang Nasional,” jelasnya.

Djuanda bukan saja dikenal sebagai nama jalan, bandara, dan sebagainya. Namun, kata Ismeth, kiprahnya terhadap bangsa berperan dalam menggagas sebuah deklarasi bersejarah, yaitu Deklarasi Djuanda yang lahir pada 13 Desember 1957.

“Yang mana itu kita kenal dengan Hari Nusantara,” katanya.

Sementara, Gunawan menyebut tanggal tersebut pada masa itu dikenal sebagai Hari Nuswantoro. Bahkan, ditegaskan oleh Gun, jika konsep pertama Pemerintahan Indonesia yang diterima oleh dunia internasional adalah konsep kemaritiman.

“Dan itu ditampung oleh Hukum Laut Internasional atau United Nations Convention On The Law of The Sea (UNCLOS) pada tahun 1982,” ujarnya.

Gun mengungkapkan bahwa Djuanda merupakan Tokoh Muhammadiyah. Perannya mendirikan SMA Muhammadiyah Kramat di Jakarta yang saat itu masih berusia 23 tahun. “Lalu Djuanda meneruskan menjadi kepala sekolah,” imbuhnya.

Rektor UMY periode 2016-2024 itu menyampaikan terima kasih atas diluncurkannya tersebut. Dengan adanya film Sejarah berdurasi 120 menit yang diproduseri oleh Andika Prabhangkara dan disutradarai Ery Isnanto ini, diharapkan generasi muda dapat mengambil pelajaran dari para tokoh bangsa yang berperan terhadap bangsa dan negara, terutama mewujudkan Kemerdekaan Indonesia.

“Dengan adanya pemutaran pertama tentang film ini menjadi menarik. Kita berharap generasi muda bisa memahami itu (kisah Djuanda). Dan kita upayakan film Djuanda kita ekspos. Nanti mungkin ada di sekolah-sekolah yang secara bergilir bisa menyaksikannya,” tandasnya. (Cris) 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) menjadi sal....

Suara Muhammadiyah

13 December 2024

Berita

BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasm....

Suara Muhammadiyah

4 January 2026

Berita

Mahasiswa Pamerkan Hasil Pengabdian MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Suara Muhammadiyah. Fakultas Ilm....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

Berita

Nur Winda, Anak Buruh Jahit asal Pemalang Jadi Wisudawan Terbaik  TEGAL, Suara Muhammadiyah - ....

Suara Muhammadiyah

17 April 2025

Berita

SURARAKARTA, Suara Muhammadiyah - Karate Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menorehkan prestas....

Suara Muhammadiyah

6 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah