SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Edy Susanto, M.Pd. resmi dilantik kembali menjadi Kepala SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya untuk periode 2026–2027. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. M. Ridlwan, M.Pd., bersama Sekretaris PDM Kota Surabaya, Drs. Catur Anang Hutoyo, M.Pd. di Auditorium TMB Lantai 4 Mudipat, Rabu (17/6/2026).
Setelah sukses memimpin pada periode 2022–2026, Edy kembali dipercaya untuk menakhodai salah satu sekolah dasar Muhammadiyah unggulan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih dan menegaskan bahwa keberhasilan Mudipat merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh guru dan karyawan.
"Terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada saya. Saya tanpa teman-teman sekalian bukanlah siapa-siapa di sekolah ini. Bersama seluruh guru dan karyawan, kita akan membawa sekolah ini semakin jaya," ujar Edy.
Edy memaparkan tiga strategi utama yang akan ia bawa untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas sekolah: menjaga endurance (ketahanan sistem), memperkuat kolaborasi, serta memacu inovasi. Menurutnya, sebuah sekolah bisa maju karena memiliki sistem yang sehat, bukan karena ketergantungan pada sosok tertentu.
"Sekolah ini maju karena sistem yang tertata, bukan by sinten (oleh siapa) atau by person," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kepemimpinan di Mudipat selalu mengedepankan asas kolektif-kolektif dan kerja berjamaah. Edy berkomitmen untuk melibatkan seluruh elemen dari 156 guru dan karyawan dalam merumuskan kebijakan strategis serta program-program sekolah.
Lebih lanjut, Edy berjanji akan terus memperjuangkan hak-hak para staf dan memastikan sistem yang diadopsi dari ketentuan persyarikatan Ngagel dapat menyejahterakan semua pihak secara adil.
"Strategi penting kami adalah memikirkan program bersama-sama, mengerjakan bersama-sama, dan akhirnya menikmati hasilnya bersama-sama. Tradisi menyejahterakan ini harus terus berlanjut demi memanusiakan manusia yang layak," pungkas Edy.
Dia memohon doa restu untuk kemajuan Mudipat sehingga Mudipat berdampak pada sekolah Muhammadiyah Surabaya dan Indonesia. (Mul)

