Kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah Harus Satukan Promise, Policy, dan Practice

Suara Muhammadiyah

8 August 2026

359
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Moyo

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Moyo

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dinamika dakwah Nasyiatul Aisyiyah di segala bidang kehidupan sungguh begitu rupa. Para penggerak di dalamnya, sebut Abdul Mu'ti, merupakan perwujudan perempuan muda yang sangat hebat.

"Perempuan muda yang hebat, yang memiliki idealisme yang sangat tinggi, dan juga memiliki dedikasi yang luar biasa," tegas Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Demikian disampaikan saat ceramah umum di penutupan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Sabtu (8/8) di Puri Nalendra Ballroom Hotel Lor In Syariah, Adi Sucipto, Surakarta, Jawa Tengah.

Secara khusus, Mu'ti melihat, berkecimpung di Nasyiatul Aisyiyah niscaya sarat kegembiraan dan kebahagiaan. Hal ini berkelindan dengan akar namanya, nasyith artinya sangat giat, bersemangat, bersuka cita, dan bergembira dalam melaksanakan kegiatan dakwahnya.

"Itu yang dipesankan Kiai Haji Ahmad Dahlan kepada para anggota 'Aisiyah muda pada waktu itu dan juga kepada Nasyiah di kemudian hari," tutur Mu'ti.

Dalam waktu yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu menekankan, kepemimpinan sebagai amanah. Merujuk Al-Qur'an, setidaknya ada empat pengertian. Pertama, kepercayaan (trust). "Kepercayaan itu menjadi sebuah modal untuk melaksanakan sesuatu dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Kedua, amanah itu berarti profesionalisme. "Seorang itu mendapatkan amanah karena dia mampu mengerjakan, punya keahlian di bidangnya," jelasnya.

Ketiga, tanggung jawab. "Itu harus kita tunaikan dan kita pertanggungjawabkan," imbuhnya. Dan, yang keempat, amanah menjadi beban. "Ini saya kira cukup berat," ucapnya. Diakuinya, dalam menunaikan amanah, bisa menghadapi pelbagai kungkungan kesulitan dan kepelikan.

"Yang tidak selalu situasi dan realitas yang kita hadapi sama dengan yang kita pikirkan," bebernya. 

Namun, sekalipun begitu, amanah harus tetap ditunaikan sebagaimana mestinya. Betapapun besar kecilnya tantangan yang terjadi.

"Kita akan menjadi orang-orang yang sukses, akan menjadi orang yang menang, orang-orang yang berhasil," tegasnya sekali lagi.

Mu'ti berharap, kepemimpinan baru Nasyiatul Aisyiyah bisa menunaikan amanah dengan penuh pertanggungjawaban tinggi sebagai misi mewujudkan dakwah-dakwah di akar rumput yang berkelanjutan.

"Jadilah pemimpin yang memiliki komitmen yang tinggi dengan amanah itu," yang disebut Mu'ti variabel di dalamnya yakni, promise, "menyampaikan gagasan-gagasan dan pikirkan-pikiran yang hebat," ucapnya. Policy, mewujudkan dalam kebijakan.

"Jangan sampai antara yang dijanjikan dan kebijakan berbeda," ujarnya. Dan, kemudian, practice, melaksanakan dengan praktik nyata.

"Saya yakin, 4 tahun ke depan Nasyiatul Aisyiyah akan tampil menjadi perempuan-perempuan muda yang berkemajuan yang membangun peradaban Indonesia dan peradaban dunia yang berkelanjutan," tandas Mu'ti.(Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Ma'had Al-Birr Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar meny....

Suara Muhammadiyah

10 September 2024

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pertemuan Ba....

Suara Muhammadiyah

3 September 2025

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FIS....

Suara Muhammadiyah

28 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kiprah Muhammadiyah untuk tanah Papua selalu menyajikan kisah....

Suara Muhammadiyah

17 March 2024

Berita

Gelar Tabligh Akbar dan Parenting Tantangan Orang Tua Mendampingi Belajar di Era Digital PURWOREJO,....

Suara Muhammadiyah

17 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah