Keselamatan Penggunaan Obat Tanggung Jawab Seluruh Tenaga Kesehatan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
546
Dr Hj Apt Salmah Orbayinah, MKes. Foto: Tim Humas UM Palembang

Dr Hj Apt Salmah Orbayinah, MKes. Foto: Tim Humas UM Palembang

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah menegaskan, keselamatan penggunaan obat (medication safety) bukan lagi semata-mata urusan teknis instalasi farmasi, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh tenaga kesehatan, termasuk dokter.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kuliah umum yang diikuti mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang, pada Senin (26/1) di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7.

Dalam kegiatan tersebut, Salmah hadir sebagai pemateri tunggal. Kegiatan ini dilaksanakan disela-sela kunjungannya untuk melakukan Peletakan Batu Pertama TK ABA Darussalam Penilikan Paninjauan OKU Sumatera Selatan.

Dalam paparannya, Salmah menjelaskan bahwa konsep medication safety telah mengalami perkembangan signifikan. Jika sebelumnya keamanan obat dipahami sebatas ketepatan label dan masa kedaluwarsa, kini pendekatannya meluas menjadi medication use safety, yakni keamanan pada seluruh rantai penggunaan obat, mulai dari tahap peresepan, transkripsi, penyiapan, pemberian, hingga pemantauan efek terapi.

“Risiko kesalahan dapat muncul di setiap titik kontak pasien dengan sistem layanan kesehatan. Karena itu, keselamatan obat harus dipahami sebagai isu sistem, bukan semata kesalahan individu,” ujarnya.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang diajak memahami bahwa kesalahan pengobatan memiliki dampak yang bersifat triadik. Pasien dapat mengalami morbiditas hingga mortalitas, tenaga kesehatan menghadapi tekanan psikologis serta risiko litigasi, sementara sistem kesehatan menanggung beban biaya tambahan. Oleh karena itu, pendekatan yang dibutuhkan adalah membangun sistem pelayanan kesehatan yang tangguh dan aman.

Lebih lanjut, Salmah menyoroti pergeseran peran farmasis yang kini bergerak “dari gudang ke tempat tidur pasien”. Farmasis tidak lagi hanya diposisikan sebagai penyedia obat, tetapi sebagai medication therapy expert yang terlibat aktif dalam pengambilan keputusan klinis bersama dokter.

Salah satu peran strategis tersebut adalah medication reconciliation, yakni proses penelusuran menyeluruh terhadap seluruh obat yang dikonsumsi pasien, terutama saat terjadi transisi perawatan.

Selain itu, farmasis juga berperan dalam clinical check sebagai pemeriksa akhir terapi kompleks, khususnya pada penggunaan obat-obatan high-alert seperti insulin, antikoagulan, dan kemoterapi. Proses ini mencakup verifikasi dosis berdasarkan kondisi pasien, penilaian interaksi obat, pemeriksaan riwayat alergi, serta kesesuaian tujuan terapi.

Aspek komunikasi turut menjadi perhatian. Salmah Orbayinah mengungkapkan bahwa lebih dari separuh pasien masih keliru dalam menggunakan inhaler. Melalui pendekatan teach back, farmasis memastikan pemahaman pasien dengan meminta mereka mempraktikkan kembali cara penggunaan obat.

“Di sinilah farmasis berperan sebagai jembatan literasi kesehatan antara dokter dan pasien, sehingga kegagalan terapi yang bukan disebabkan oleh efektivitas obat dapat dicegah,” tambahnya.

Dalam konteks yang lebih luas, farmasis juga berada di garda depan pharmacovigilance dan manajemen risiko, tidak hanya melaporkan efek samping obat, tetapi juga aktif memantau parameter klinis dan mengenali reaksi obat serius sejak dini. Pada isu resistensi antimikroba, farmasis terlibat dalam antibiotic stewardship melalui audit penggunaan antibiotik dan rekomendasi de-eskalasi terapi berbasis hasil pemeriksaan laboratorium. (Rianza/Suri)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan pada (25/01) mengadakan kegiat....

Suara Muhammadiyah

26 January 2024

Berita

MAKASAR, Suara Muhammadiyah - Forum Institusi Layanan Bahasa (FILBA) memulai rangkaian acara Worksho....

Suara Muhammadiyah

13 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tak hanya nama-nama seperti Prof. Agus Setyo Muntohar, S.T., M....

Suara Muhammadiyah

11 October 2025

Berita

BANJAR, Suara Muhammadiyah – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Banjar menggelar kegia....

Suara Muhammadiyah

29 March 2026

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Perhelatan Musyawarah Cabang Muhammadiyah & ‘Aisyiyah S....

Suara Muhammadiyah

18 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah