Keteladanan Nabi Ibrahim Terletak pada Kuatnya Jangkar Keimanan dan Keikhlasan

Publish

8 June 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
829
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Halaman Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/6) menjadi tempat pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H. Bertindak sebagai imam Teguh Agus Wahyuda, Imam Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah. Sementara, khatib disampaikan KH Nur Achmad, Wakil Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah PP Muhammadiyah.

Dalam khutbahnya, Nur mengatakan, Nabi Ibrahim sebagai manusia teladan. Bahkan, nama Nabi Ibrahim sering disebut dalam doa-doa seperti dalam shalawat. Ibrahim tidak lain adalah Abu al-anbiya (Bapak moyang para nabi/utusan Allah).

"Hampir semua para nabi dan rasul Allah adalah anak-cucunya. Ismail, puteranya yang pertama dari istri Hajar, yang  nantinya menurunkan bangsa Arab, yang dari sini terlahir Nabi Muhammad. Begitu juga Ishaq puteranya yang kedua dari isteri Sarah, yang kelak memiliki putera Ya’qub. Ya’qub memiliki keturunan salah satu anaknya, Yusuf," katanya.

Karenanya, tak dinafikan bilamana banyak teladan utama dalam Nabi Ibrahim dan keluarga dan keturunan beliau. "Wajar jika di dalam Al-Qur’an banyak disebutkan kisah Nabi Ibrahim dan keturunannya," bebernya.

Bagi Nur, memandang sosok Nabi Ibrahim berdasarkan informasi dari hadis, sebagai seorang yang kritis, rasional, cerdas, berani, dan tidak mudah terbawa arus tradisi.  Terbukti, ketika semua warga masyarakatnya memiliki tradisi menyembah berhala, Ibrahim dengan tegas menolak untuk bergabung dengan tradisi sesat itu.

"Ibrahim pernah dengan berani mengobrak-abrik berhala-berhala yang menyebabakan manusia tersesat dari kebenaran yang akhirnya ia harus diberi hukuman di atas api yang panas. Tetapi kebenaran memang selalu akan berpihak kepada yang benar," tuturnya.

Sebagai manusia, Ibrahim adalah teladan yang sangat sempurna, baik secara intelektual, emosional, moral, maupun  fisik. "Pantas saja kalau Allah menjadikan beliau sebagai khalil (kekasih) Allah dan imam (pemimpin) umat manusia. Sebagai anak, Ibrahim juga anak yang berbakti kepada orang tua, bahkan ketika ia diusir, Ibrahim masih hormat dan mendoakan bapaknya agar diampuni Tuhan," jelasnya.

Sebagai Bapak, Ibrahim telah berhasil mendidik anak-anaknya dengan sukses dan menjadi kader-kader penerus yang patut diandalkan generasi tua. Ismail adalah salah satu anaknya yang sangat salih dan taat kepada Allah.

"Terbukti demi menjalankan perintah Allah, Ismail kecil bersedia untuk dijadikan “kurban” (sarana pendekatan diri kepada Allah), tetapi karena keikhlasan dan ketaatan keduanya maka Allah mengganti dengan pengurbanan lain, seekor domba besar," sambungnya.

Lepas dari itu semua, Nur menegaskan bahwa Ibrahim AS adalah tonggak sejarah manusia beriman. Keteguhannya dalam menghadapi ujian menjadi cermin keimanan yang kokoh dan tak tergoyahkan oleh situasi apa pun. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tahun 2024 telah berada di garis penghujung. Sebentar lagi, a....

Suara Muhammadiyah

30 December 2024

Berita

Klinik Rawat Inap Utama Muhammadiyah Kedungadem terus menunjukkan performa gemilang sejak resmi berd....

Suara Muhammadiyah

25 April 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Panitia Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah Pimpinan Cabang Muhamma....

Suara Muhammadiyah

8 October 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Para mubligh Muhammadiyah didorong untuk tidak hanya piawai berbic....

Suara Muhammadiyah

3 December 2023

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke &ndash....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025