Keteladanan Nabi Ibrahim Terletak pada Kuatnya Jangkar Keimanan dan Keikhlasan

Suara Muhammadiyah

8 June 2025

1418
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Halaman Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/6) menjadi tempat pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H. Bertindak sebagai imam Teguh Agus Wahyuda, Imam Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah. Sementara, khatib disampaikan KH Nur Achmad, Wakil Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah PP Muhammadiyah.

Dalam khutbahnya, Nur mengatakan, Nabi Ibrahim sebagai manusia teladan. Bahkan, nama Nabi Ibrahim sering disebut dalam doa-doa seperti dalam shalawat. Ibrahim tidak lain adalah Abu al-anbiya (Bapak moyang para nabi/utusan Allah).

"Hampir semua para nabi dan rasul Allah adalah anak-cucunya. Ismail, puteranya yang pertama dari istri Hajar, yang  nantinya menurunkan bangsa Arab, yang dari sini terlahir Nabi Muhammad. Begitu juga Ishaq puteranya yang kedua dari isteri Sarah, yang kelak memiliki putera Ya’qub. Ya’qub memiliki keturunan salah satu anaknya, Yusuf," katanya.

Karenanya, tak dinafikan bilamana banyak teladan utama dalam Nabi Ibrahim dan keluarga dan keturunan beliau. "Wajar jika di dalam Al-Qur’an banyak disebutkan kisah Nabi Ibrahim dan keturunannya," bebernya.

Bagi Nur, memandang sosok Nabi Ibrahim berdasarkan informasi dari hadis, sebagai seorang yang kritis, rasional, cerdas, berani, dan tidak mudah terbawa arus tradisi.  Terbukti, ketika semua warga masyarakatnya memiliki tradisi menyembah berhala, Ibrahim dengan tegas menolak untuk bergabung dengan tradisi sesat itu.

"Ibrahim pernah dengan berani mengobrak-abrik berhala-berhala yang menyebabakan manusia tersesat dari kebenaran yang akhirnya ia harus diberi hukuman di atas api yang panas. Tetapi kebenaran memang selalu akan berpihak kepada yang benar," tuturnya.

Sebagai manusia, Ibrahim adalah teladan yang sangat sempurna, baik secara intelektual, emosional, moral, maupun  fisik. "Pantas saja kalau Allah menjadikan beliau sebagai khalil (kekasih) Allah dan imam (pemimpin) umat manusia. Sebagai anak, Ibrahim juga anak yang berbakti kepada orang tua, bahkan ketika ia diusir, Ibrahim masih hormat dan mendoakan bapaknya agar diampuni Tuhan," jelasnya.

Sebagai Bapak, Ibrahim telah berhasil mendidik anak-anaknya dengan sukses dan menjadi kader-kader penerus yang patut diandalkan generasi tua. Ismail adalah salah satu anaknya yang sangat salih dan taat kepada Allah.

"Terbukti demi menjalankan perintah Allah, Ismail kecil bersedia untuk dijadikan “kurban” (sarana pendekatan diri kepada Allah), tetapi karena keikhlasan dan ketaatan keduanya maka Allah mengganti dengan pengurbanan lain, seekor domba besar," sambungnya.

Lepas dari itu semua, Nur menegaskan bahwa Ibrahim AS adalah tonggak sejarah manusia beriman. Keteguhannya dalam menghadapi ujian menjadi cermin keimanan yang kokoh dan tak tergoyahkan oleh situasi apa pun. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Kompak Guru, Orang Tua, dan Siswa BALIKPAPAN, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya memperkuat ukh....

Suara Muhammadiyah

24 December 2024

Berita

TAKENGON, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Aceh Tengah membuk....

Suara Muhammadiyah

20 December 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Muhammadiyah Matr....

Suara Muhammadiyah

17 May 2024

Berita

AGAM, Suara Muhammadiyah - Rencana Program Nagari Muhammadiyah di Nagari Sungai Batang Kecamatan Tan....

Suara Muhammadiyah

25 December 2023

Berita

KEPULAUAN SERIBU, Suara Muhammadiyah - Saat berada di sebuah tempat, meninggalkan jejak yang berkesa....

Suara Muhammadiyah

12 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah