Ketika Muhammadiyah Mengajak Kerjasama, Langsung ACC Saja

Suara Muhammadiyah

15 July 2025

1101
Kepala Badan Gizi Nasional RI, Dandan Hindayana

Kepala Badan Gizi Nasional RI, Dandan Hindayana

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Nurul Yamin menjelaskan, sampai pada waktu peresmian SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Muhammadiyah Minggir, Kabupaten Sleman (15/7), setidaknya telah beroperasi 3 SPPG Muhammadiyah di tempat berbeda. Diantaranya SPPG UNISA, SPPG Muallimin, dan SPPG MBS Prambanan. Sisanya, sebanyak 18 SPPG Muhammadiyah lain yang tersebar di 15 kabupaten dan kota masih dalam proses finalisasi dan dalam waktu dekat akan segera beroperasi. 

"Saat ini sedang dilakukan persiapan-persiapan untuk tahan kedua. Dan insyaallah pada akhir Agustus atau awal September akan menyusul 50 titik di seluruh Indonesia," ujar Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut. 

Ia menegaskan, meski selama ini gerakan Muhammadiyah dalam menyukseskan program MBG terlihat soft. Namun sejatinya sejak ditandatanganinya MoU di NTT pada akhir Desember tahun 2024, Muhammadiyah melalui MPM telah berupaya semaksimal mungkin untuk merancang tata kelola dan sistem yang matang demi kelancaran program MBG ke depan. 

"Sehingga, kita langsung launching secara masif, ekosistem dan tata kelolanya pun dapat berjalan dengan baik," ungkap Yamin. 

"Pelan tapi pasti, itu telah kita mulai," tambahnya. 

Lebih dari itu, pria yang didapuk sebagai Koordinator Nasional Program Makan Bergizi Muhammadiyah itu menerangkan bahwa MBG yang dilakukan oleh Muhammadiyah merupakan model kolaborasi lintas entitas. Mulai dari entitas negara yang diwakili Badan Gizi Nasional, kemudian entitas masyarakat ekonomi yang diisi YLPKGI, dan yang terakhir entitas masyarakat sosial keagamaan, yang dalam hal ini Muhammadiyah. 

Bukan hanya itu, ketiganya juga didukung oleh masyarakat petani, nelayan, dan pekerjaan. Yang semuanya bergerak dalam satu barisan untuk mensukseskan program MBG. 

Dalam perkembangannya, ke-21 SPPG sudah siap untuk diverifikasi. Meski sebagian besar belum beroperasi, namun secara sistem dan tata kelola sudah sangat siap untuk diterapkan. 

Melihat kesungguhan itu, dalam hal ini Yamin berpesan melalui 3 kata kunci. Pertama, perlunya mengelola program secara akuntabel dan penuh tanggung jawab dari hulu ke hilir. Kedua, clear. Artinya harus transparan. Ketiga, client. Bersih dari berbagai niatan jahat. 

"Jangan pernah terbersit sedikit pun untuk mengambil sesuatu yang bukan milik kita," tegasnya. 

"Maka ketika ketiga kunci itu digabung, singkatannya menjadi ACC. Jadi pak Dadan, pak Arsjad, kalau Muhammadiyah mau mengajak kerjasama, gak usah terlalu berpikir panjang. Langsung ACC saja," ucap Yamin disambut tepuk tangan dari para undangan. (diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VII Nasional Majelis Pendidikan Das....

Suara Muhammadiyah

6 March 2024

Berita

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan. Siswi SMA Mu....

Suara Muhammadiyah

9 May 2026

Berita

TK Labschool UM Bandung Gelar Pentas Seni dan Pelepasan Siswa, Tumbuhkan Kreativitas serta Kepercaya....

Suara Muhammadiyah

24 June 2026

Berita

PEKANBARU – Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Di....

Suara Muhammadiyah

14 November 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa didampingi Dosen STIE Muhammadiyah Cilacap, mengadakan kegia....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah