Khutbah Jum'at: Hidup Damai dalam Keberagaman

Publish

4 July 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
870
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

Oleh: Safwannur, MPd,

Alumnus Ponpes Ihyaaussunnah Lhokseumawe, Aceh dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Yogyakarta

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرْهُ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِي اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهدُ أَنْ لاَ إَلَهَ إِلاّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

قَالَ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ.

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهَِ وَسَلَّمَ: لاَتَقَا طَعُوا وَلاَتَدَا بَرُوا وَلَاتَبَا غَضُوا وَلاَتَحَا سَدُوا، وَكُونُواعِبَادَ اللهِ إخْوَانًا، وَلاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أنْ يَهْجُرَ أخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Indonesia dikenal sebagai negara yang plural dan multikultural dengan cakupan wilayah yang membentang luas. Kemajemukan bangsa ini ditandai dengan banyaknya suku, etnis, ras, budaya dan agama yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Ini merupakan kekayaan dan anugerah istimewa dari Allah SwT yang patut disyukuri. 

Realitas keberagaman sepatutnya menjadi media untuk membangun solidaritas dengan penuh kedamaian tanpa pertikaian dan permusuhan. Keberagaman adalah bagian integral dari kehidupan yang tidak dapat dihindari. Adanya perbedaan mengajarkan kita untuk saling belajar, bertukar pikiran dan memperkaya wawasan. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” (QS al-Hujurat [49]: 13).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menerangkan bahwa Allah SwT menciptakan manusia berawal dari Adam dan Hawa. Seiring perjalanan waktu jumlahnya semakin banyak menjadi berbangsa-bangsa. Kata sya’bun dalam Bahasa Arab bermakna bangsa dengan komunitas yang lebih besar daripada kabilah. Pendapat yang lain mengungkapkan bahwa  syu’ub ialah kabilah-kabilah non-Arab. Sedangkan qabail ialah kabilah-kabilah khusus untuk bangsa Arab. Ayat ini menegaskan bahwa manusia egaliter di mata Allah SwT karena berasal dari unsur kejadian yang sama, yaitu tanah liat. Nilai pembeda yang membuat seorang hamba dipandang mulia adalah karena ketaatannya kepada Allah SwT dan Rasul-Nya, bukan karena keturunan dan kedudukan.

Islam tidak membenarkan tindakan diskriminasi berbasis suku bangsa. Ajaran Islam menekankan prinsip-prinsip kesetaraan (musawah), keadilan (‘adalah), dan persatuan (ittihad) di antara umat manusia. Pesan kesetaraan umat manusia telah disampaikan Rasulullah SAW dalam khutbah saat haji wada’: 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى 

 “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu, ingat! Tidak ada kelebihan bagi orang arab atas orang ajam dan bagi orang ajam atas orang arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan.” (HR Ahmad).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kehidupan yang damai adalah dambaan seluruh umat manusia. Namun, kedamaian sulit terwujud bila masing-masing pihak bersikap egois, hanya mementingkan diri atau golongannya sendiri. Kita tidak boleh anti dengan kemajemukan, sebagai konsekuensi dari kehidupan. Keberagaman jangan sampai menodai semangat persaudaraan dan perdamaian. Oleh sebab itu, Rasulullah saw memberikan rambu-rambu agar kerukunan senantiasa terwujud dalam pergaulan. 

عَنْ أنَسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عليهِ وسلم: لاَتَقَا طَعُوا وَلاَتَدَا بَرُوا وَلَاتَبَا غَضُوا وَلاَتَحَا سَدُوا، وَكُونُواعِبَادَ اللهِ إخْوَانًا ، وَلاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أنْ يَهْجُرَ أخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ).

Dari Anas RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jangan putus-memutus hubungan, jangan belakang-membelakangi, jangan benci-membenci, dan jangan hasud menghasud. Jadilah kamu hamba Allah sebagai saudara, dan tidak dihalalkan bagi seorang Muslim mendiami saudaranya lebih dari tiga hari.” (Muttafaq ‘alaih).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Rasulullah saw adalah pribadi mulia yang dihiasi sikap welas asih terhadap sesama. Beliau mengharamkan segala bentuk kekerasan, persekusi dan intimidasi terhadap sesama umat manusia, apapun bentuknya. Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ ٱللَّٰهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَشَارَ إِلَى أَخِيهِ بِحَدِيدَةٍ فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّى وَإِنْ كَانَ أَخَاهُ لأَبِيهِ وَأُمِّهِ

Dari Abu Hurairah RA ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengacungkan senjata tajam kepada saudaranya, maka para malaikat akan melaknatnya sampai dia meninggalkan perbuatan tersebut, walaupun saudara tersebut adalah saudara kandung sebapak dan seibu.” (HR. Muslim).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya, Toleransi: Ketuhanan, Kemanusiaan dan Keberagamaan, mengungkapkan bahwa kedamaian adalah landasan terkuat dalam kehidupan manusia. Kedamaian memiliki hubungan yang sangat erat dengan agama. Dalam konteks agama Islam, shalat merupakan sarana untuk berhubungan dengan Allah SwT yang berfungsi untuk menanamkan kedamaian. Jika saat ini kekerasan lebih banyak daripada kedamaian, itu menandakan bahwa banyak manusia yang menyimpang dari kemanusiaannya dan tuntunan agamanya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Suasana damai dan harmonis di tengah pergaulan umat beragama akan tercapai jika masing-masing pihak saling menghargai dan mengedepankan toleransi. Keberagaman tidak sepatutnya menjadi penghambat untuk terus menjalin komunikasi dan menjalani kehidupan yang guyub dan tenteram dalam ikatan tali persaudaraan. Persaudaraan yang dibangun dalam hubungan antarmanusia harus komprehensif mencakup, persaudaraan sesama muslim (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathaniyah) dan persaudaraan sesama manusia (ukhuwah basyariyah).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَاذَا وَمَا كُنَّ لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ أَشْهَدُ أَلَّآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُوْلَ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى:  إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ, رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا التِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِاالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِيْذُكُمْ  لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ. أَقِمِ الصَّلَاةَ


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Hablum Minallah dan Hablum Minannas dalam Arsitektur Kania Kinasih, ST., M.Ars, Kaprodi Arsitektur ....

Suara Muhammadiyah

18 March 2024

Khutbah

Khutbah Jum’at: Kepemimpinan dalam Islam dan Pemilihan Pemimpin أَلْحَمْدُ لِلّ....

Suara Muhammadiyah

2 February 2024

Khutbah

Oleh: Prof Dr Dadang Kahmad, MSi Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah إِنَّ الْحَمْدَ �....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Khutbah

Oleh: Inggit Prabowo, S.Pd Wakil Ketua PDM Kab. Sijunjung   إِنَّ الْحَمْدَ ل....

Suara Muhammadiyah

16 May 2024

Khutbah

Khutbah Jumat: Optimisme Mengejar Masa Depan Oleh: Wahjudin Kader Muhammadiyah PRM Podosari Kesess....

Suara Muhammadiyah

25 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah