Khutbah Jum'at: Puasa, Transformasi Jiwa yang Mencerahkan

Publish

5 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
118
Foto Istimewa/Pixabay

Foto Istimewa/Pixabay

Oleh: Cristoffer Veron Purnomo, Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka. Sekretaris Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Jetis Yogyakarta

الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ  

Jama’ah Jum'at Rahimakumullah 

Mengawali Khutbah ini, khatib teringat dengan untaian kata yang sangat menarik. "Puasa menjadi kesempatan berefleksi, mengembalikan keadaan, dan mencoba memilih sesuatu yang baru." Demikian tegas ST Kartono, Guru SMA Kolose De Brito Yogyakarta saat podcast bersama Tim Redaksi Suara Muhammadiyah (25/3/2023).

Menjadi bermakna dan menghujam bagi saya sebagai seorang Muslim, pernyataan seperti itu dilontarkan oleh non-muslim, yang bukan menjadi bagian integral dari peserta puasa Ramadan. Tak berlebihan jika pernyataan tersebut laiklah kita resapi butiran sarinya secara saksama.

Memang yang jadi soal kemudian dipermukaan, banyak sekali peserta puasa ibadahnya menjadi semu. Karena tidak menyerap esensi terdalam, hanya sebatas kulit luarnya saja.

Sementara, kulit dalamnya bersifat kosong melompong tanpa mengandung pemaknaan terhadap nilai-nilai spiritual, etika sosial, dan transformasi moral yang seharusnya lahir dari ibadah puasa itu sendiri.

Bobot puasa akhirnya berakhir stagnan sebagai rutinitas tahunan, bukan sebagai proses pembentukan kesalehan dan sensitivitas sosial.

Jamaah Jum'at Rahimakumullah

Secara normatif, puasa sebagai mandataris sakral dari Tuhan. Tersebut di magnum opusnya titah puasa itu (Qs Al-Baqarah ayat 183), tidak lain berorientasi menempa para peserta untuk menjadi manusia bertakwa. Di sini titik temu letak urgensinya pernyataan pertama Kartono tadi: kesempatan refleksi.

Muncul sejumlah tanya yang amat penting. Apakah kita sudah sungguh-sungguh berpuasa? Atau jangan-jangan pengejawantahan puasa itu hanya kosong melompong tanpa mengandung substansi utama sebagaimana tersebut tadi. 

Rasionalitas puasa berbicara terbuka bahwa, ritus peribadatan tersebut sejatinya ingin menempa manusia menjadi bertakwa. Konstruksi ketakwaan meniscayakan penjelmaan sosok manusia yang punya sesuatu hal distingtif dari manusia lainnya. Artinya manusia itu menduduki posisi terhormat dengan melekat perangai-perangai luhur sebagai identitas yang amat sangat khas.

Sebut saja pemurah, lapang hati, pemaaf, suka cinta perdamaian, kasih sayang, dan perangai luhur lainnya. Namun, disadari bersama, tidak mudah untuk mencapainya. Butuh al-jihad li-al-muwajahah dalam manifestasi ketulusan peribadatan sampai tingkat yang lebih beyond.

Pada konteks ini, kehendak puasa memang seperti itu. Kita digembleng bak di atas kawah candradimuka hatta mengeliminasi kebobrokan moral yang selama ini mencengkeram. Dengan puasa itu sebagai bantalan vital sukma kita agar tidak sampai tergrogroti penyakit hati yang niscaya mencabik fitrah manusia itu sendiri.

Apalah artinya kita puasa sejak pagi hari sampai menyingsing suar matahari, namun hasilnya jauh panggang dari api. Sekadar memenuhi syariat, tapi tercerabut esensi terdalamnya.

Seperti pernah disatir dengan kentara oleh Nabi akhir zaman, "Betapa banyak orang berpuasa, akan tetapi tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga," bebernya di Riwayat Ath-Thobraniy.

Jamaah Jum'at Rahimakumullah 

Puasa pada hakikatnya sebagai proses penempaan untuk bisa menahan diri. Tepatlah di saat kehidupan dilanda karut-marut dengan degradasi moral nan akut, kata Haedar Nashir dalam Ibrah Kehidupan: Sosiologi Makna Untuk Pencerahan Diri (2013), di dalamnya terkandung proses latihan ruhaniah untuk melakukan transformasi jiwa yang bersifat mencerahkan.

Dalam implementasinya memang diakui sebagai demikian. Sungguhpun, tidak ada kesempatan terbaik untuk mereformasi diri kita kecuali dengan puasa itu sendiri. Dalam keheningan puasa, kesempatan mengubah keadaan itu menjadi sesuatu yang niscaya. Dari yang buruk tampil ke lebih yang baik lagi.

Tidak ada manusia paling paripurna. Tidak ada manusia semuci (merasa diri paling benar sendiri). Justru sepantasnyalah sebagai pengembara di belantara buana ini, kita harus tetap waspada (wiqoyah) terhadap potensi-potensi perusak diri yang datangnya sekonyong-konyong.

Memang, jarang disadari bahwa semula berada di jalan lurus, lalu kemudian karena gandrungnya dengan hal-hal duniawi yang berlebihan tak pelak terninabobokan sehingga tergelincir dan jatuh dalam tubir kerugian bak asfala-safilin, keadaan yang terhina.

Demikian kehidupan dikonsepkan Tuhan, agar kita selalu berada pada titik urgensi kehidupan: mawas diri, rendah hati, serta terus menerus melakukan muhasabah agar kita tahu titik pusat episentrum letak kesalahan yang melekat kuat di dalam jiwa.

Tuhan mengajak kepada segenap hamba terkasih-Nya untuk menyadari keterbatasannya sebagai manusia, sekaligus membuka pintu selebar-lebarnya ruang mereformasi diri secara terus-menerus dan berkelanjutan.

Tujuannya sudah pasti, agar kehidupan kita tetap berkelindan pada tarikan napas nilai-nilai spiritual yang bening lagi mencerahkan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِكْرِالحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَالغَفُوْرُالرَحِيْمُ.

Khutbah Kedua  

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ أَرْشَدَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، أَمَّا بَعْدُ؛

Jamaah Jum'at Rahimakumullah 

Maka, kita kondisikan diri kita di bulan adiluhung ini. Kita patut mengemas bulan ini untuk memanjakan rohani, menghiasi akhlak, dan memberi ruang bebas bagi jiwa-jiwa kita. Kondisi itu menurut Dadang Kahmad (2017) adalah sebuah tindakan memperbanyak sedekah untuk lebih memenuhi hasrat kemurahanmu; mengerjakan qiyamullail untuk mempertajam Nurani; tadarus Al Quran sebagai penerang jalan kehidupan; dan itikaf untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Dari sinilah kemudian puasa yang dijalankan lebih mengantarkan kepada gerbang kebahagiaan sejati.

Apa yang disampaikan Dadang Kahmad ini menjadi landasan elementer bagi peserta puasa agar jangan serampangan di bulan ini. Menempatkan posisi diri tetap berada pada garis orbit sebagaimana dikehendaki Tuhan: melaksanakan ritus peribadatan dengan teguh berpegang pada dustur-Nya tanpa mencampur adukkan dan mencemari dengan tindakan coreng-moreng yang mendeteksi substansi ibadah itu sendiri. Outputnya mencapai titik tertinggi, yaitu orang bertakwa dengan busana kemilau perangai luhur mencerahkan melekat dalam kedirian nan hakiki.

Pada akhirnya, puasa itu sebenarnya bukan sekadar ritual menahan lapar, dahaga, dan hasrat seksual-biologis, melainkan titik sentralnya sebagai sebuah proses penempaan untuk mentransformasi diri menjadi pribadi baru dengan kualitas mutu, unggul, dan berkemajuan.

Semoga puasa Ramadan tahun ini tidak hanya berhenti pada retorika wacana semata, tetapi benar-benar memberi dampak dengan melahirkan duta manusia yang berkeadaban dan mencerahkan jagat semesta raya.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ ،  إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ, رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَاْرحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. 

 رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُونَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفُ رَّحِيْمٌ،  

 رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا,   رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ,   سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ, وَسَلَامٌ عَلَىالْمُرْسَلِينَ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


Komentar

Begini Cara membatalkan pinjaman

Gimana Cara batalkan pinjaman. Pinjam yuk .Call Center lanjut hubungi layanan resmi melalui WA/(08888500889) Cara: mengembalikan dana Hubungi WA/(08216962226) Cara: membatalkan pengajuan Hubungi WA/(0881010156500) Cara: batalkan pengajuan pinjaman Hubungi WA/(085709004310) Cara: refund transaksi Hubungi WA/(085805675515) Cara: batal pinjam Hubungi WA/(088211002217) Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Unggul dan Berkemajuan, https://www.suaramuhammadiyah.id/read/unggul-dan-berkemajuan

Begini Cara membatalkan pinjaman

Gimana Cara batalkan pinjaman. Ada kami .Call Center lanjut hubungi layanan resmi melalui WA/(08888500889) Cara: mengembalikan dana Hubungi WA/(08216962226) Cara: membatalkan pengajuan Hubungi WA/(0881010156500) Cara: batalkan pengajuan pinjaman Hubungi WA/(085709004310) Cara: refund transaksi Hubungi WA/(085805675515) Cara: batal pinjam Hubungi WA/(088211002217) Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Unggul dan Berkemajuan, https://www.suaramuhammadiyah.id/read/unggul-dan-berkemajuan

Begini Cara membatalkan pinjaman

Gimana Cara batalkan pinjaman. Kredit pintar .Call Center lanjut hubungi layanan resmi melalui WA/(08888500889) Cara: mengembalikan dana Hubungi WA/(08216962226) Cara: membatalkan pengajuan Hubungi WA/(0881010156500) Cara: batalkan pengajuan pinjaman Hubungi WA/(085709004310) Cara: refund transaksi Hubungi WA/(085805675515) Cara: batal pinjam Hubungi WA/(088211002217) Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Unggul dan Berkemajuan, https://www.suaramuhammadiyah.id/read/unggul-dan-berkemajuan

Layanan Customer Service

Cara Membatalkan Pinjaman KrediOne: Hubungi call center resmi KrediOne (0855) 7996888 atau CS KrediOne (0851) 42368220 dan melalui email [email protected]. layanan customer service KrediOne dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

Layanan Customer Service

Cara Membatalkan Pinjaman KrediOne: Hubungi call center resmi KrediOne (0855) 7996888 atau CS KrediOne (0851) 42368220 dan melalui email [email protected]. layanan customer service KrediOne dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

Layanan Customer Service

Cara Membatalkan Pinjaman KrediOne: Hubungi call center resmi KrediOne (0855) 7996888 atau CS KrediOne (0851) 42368220 dan melalui email [email protected]. layanan customer service KrediOne dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

Layanan Customer Service

Cara Membatalkan Pinjaman KrediOne: Hubungi call center resmi KrediOne (0855) 7996888 atau CS KrediOne (0851) 42368220 dan melalui email [email protected]. layanan customer service KrediOne dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

Layanan Customer Service

Cara Membatalkan Pinjaman KrediOne: Hubungi call center resmi KrediOne (0855) 7996888 atau CS KrediOne (0851) 42368220 dan melalui email [email protected]. layanan customer service KrediOne dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

Layanan Customer Service

Cara Membatalkan Pinjaman KrediOne: Hubungi call center resmi KrediOne (0855) 7996888 atau CS KrediOne (0851) 42368220 dan melalui email [email protected]. layanan customer service KrediOne dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

Layanan Customer Service

Cara Membatalkan Pinjaman KrediOne: Hubungi call center resmi KrediOne (0855) 7996888 atau CS KrediOne (0851) 42368220 dan melalui email [email protected]. layanan customer service KrediOne dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

Layanan Customer Service

Hubungi call center resmi Tunaiku 0811395895 atau 08161345859 WhatsApp dan melalui email [email protected]. layanan customer service Tunaiku dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Istiqamah di Tengah Gejolak Zaman Oleh: H. Dadang Kahmad, Ketua Pimpinan....

Suara Muhammadiyah

18 March 2025

Khutbah

Khutbah Jum’at: Mendorong Penyandang Disabilitas untuk Berperan Oleh: Wahjudin اْلحَم�....

Suara Muhammadiyah

16 January 2025

Khutbah

Khutbah Maulid Meneladani Jejak Hidup Nabi Oleh: Cristoffer Veron P إِنَّ الْحَمْد�....

Suara Muhammadiyah

28 September 2023

Khutbah

Oleh: Yusri Ramadhan. Pengajar di PPM MBS Wanayasa, Banjarnegara اِنَّ الْحَمْدَ لِ....

Suara Muhammadiyah

5 December 2024

Khutbah

Oleh Muhammad Julijanto, Sekretaris PDM Wonogiri الحَمْدُ للهِ الَّذِى اَمَ�....

Suara Muhammadiyah

6 June 2024