TANGERANG, Suara Muhammadiyah - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengembangan SMK Swasta oleh Yayasan untuk Menjadi Sekolah Unggul sukses diselenggarakan pada Minggu–Selasa, 5–7 April 2026 di Atria Hotel Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengelola SMK swasta dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari konsolidasi nasional dalam penguatan pendidikan vokasi.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal SMK Kemendikdasmen, Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa transformasi tata kelola yayasan menjadi faktor kunci dalam menentukan masa depan pendidikan vokasi nasional.
Ia menyampaikan bahwa sekitar 74% SMK di Indonesia dikelola oleh yayasan atau lembaga swasta. Oleh karena itu, kualitas tata kelola yayasan berpengaruh langsung terhadap mutu sekolah dan kualitas lulusan. “Hal ini menunjukkan bahwa masa depan pendidikan vokasi sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola SMK swasta,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi SMK swasta saat ini, mulai dari tata kelola kelembagaan, penguatan mutu akademik, hingga harmonisasi peran antara yayasan dan sekolah, memerlukan langkah strategis yang terintegrasi melalui forum nasional seperti rakornas.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Dr. Fuad Iskandar, M.Pd., menyampaikan materi bertajuk “Resolusi Konflik dan Rekonsiliasi Peran: Strategi Mengawal Mutu SMK di Tengah Dinamika Hubungan Yayasan–Sekolah.”
Dalam paparannya, ia menyoroti bahwa salah satu tantangan utama SMK swasta terletak pada dinamika hubungan antara yayasan dan pihak sekolah. Ketidaksinkronan peran, tumpang tindih kewenangan, serta lemahnya koordinasi sering kali berdampak pada mutu layanan pendidikan.
Menurutnya, penyelesaian konflik kelembagaan perlu dilakukan melalui pendekatan rekonsiliatif dan berbasis tata kelola yang sehat agar mutu sekolah tetap terjaga.
Sebagai narasumber, Wakil Ketua Pimpinan Pusat Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah, Dr. Ir. M. Bakrun Dahlan, M.M., menyampaikan materi mengenai “Sinergi Pengurus Yayasan dan Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Good Governance SMK.”
Ia menekankan bahwa keberhasilan SMK unggul tidak dapat dicapai hanya melalui regulasi formal, tetapi memerlukan sinergi nyata antara pengurus yayasan dan kepala sekolah. Yayasan memiliki peran strategis dalam menentukan kebijakan, arah pengembangan, dan keberlanjutan institusi, sementara kepala sekolah menjadi motor utama dalam implementasi mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
Dengan pengalaman sebagai mantan Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud RI periode 2017–2020, materi yang disampaikan memberikan perspektif yang tajam dan aplikatif mengenai praktik tata kelola sekolah yang efektif dan akuntabel.
Sebagai puncak acara, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menyampaikan keynote speech mengenai langkah strategis pengelolaan SMK swasta menuju sekolah bermutu dan unggul.
Ia menegaskan bahwa penguatan SMK swasta harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar regulasi administratif. “Langkah strategis perlu diambil secara tegas, bukan hanya sekadar regulasi, melainkan kerja nyata dalam pengelolaan SMK swasta menjadi sekolah bermutu,” ujarnya.
Keynote speech tersebut menegaskan pentingnya transformasi tata kelola, budaya mutu, dan inovasi kelembagaan sebagai fondasi utama pengembangan SMK di Indonesia.
Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi pendidikan yang mengelola banyak SMK di Indonesia turut memberikan sumbangsih pemikiran dan pemodelan dalam forum ini. Hadir sebagai peserta aktif dari Pimpinan Pusat Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah, yaitu Dr. Trisni Handayani, M.Pd., yang juga sebagai Dosen FKIP Uhamka, secara berkelanjutan mendampingi SMK Muhammadiyah menjadi sekolah unggul. Hadir pula Dr. Dendi Wijaya Saputra, S.Pd., M.Pd., dan Nasihin, M.E.I, yang juga membersamai.
Keikutsertaan Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung penguatan tata kelola yayasan serta pengembangan model sekolah unggul yang bermutu.
Rakornas ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi nasional antara yayasan, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan untuk mendorong SMK swasta menjadi institusi pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. (HA /trisni)
