Kuliah Umum KLHK di UMM Soroti Krisis Pangan hingga Pengelolaan Air

Suara Muhammadiyah

30 October 2023

1507
Kuliah Umum Forestry Update Course (FUCo) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Forum Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FORETIKA) pada Sabtu (28/10).

Kuliah Umum Forestry Update Course (FUCo) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Forum Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FORETIKA) pada Sabtu (28/10).

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah Kuliah Umum Forestry Update Course (FUCo) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Forum Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FORETIKA). Kuliah Umum tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Senat (RSS) UMM pada 28 Oktober 2023. Setidaknya ada ratusan peserta mulai dari yang hadir secara luring maupun daring via Zoom meeting dan Youtube.

Pada kesempatan tersebut, materi menarik disampaikan Koordinator Kebijakan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Martha Theresia J Siregar. Ia mengatakan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi krisis yang mengancam masa depan bumi dan manusia. Setidaknya terdapat tiga indikator lingkaran yang saling berkaitan. Yakni perubahan iklim, polusi,dan kerusakan lingkungan. Ketiganya berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Mulai dari ikut serta dalam perumusan regulasi untuk mengawasi pengendalian pencemaran lingkungan hingga memaksimalkan pengolahan limbah industri agar mengurangi pencemaran. Begitupun dengan edukasi kepada publik mengenai pentingnya kesadaran untuk tetap peduli pada lingkungan sekaligus keanekaragaman hayati yang ada.

“setidaknya ada lebih dari satu juta spesies hewan dan tumbuhan yang mengalami ancaman kepunahan. Diprediksi, luas habitat flora dan fauna tersebut mengalami penyusutan dan tersisa 49,7 %  saja pada tahun 2045. Ini menjadi kejadian yang perlu kita beri perhatian lebih,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dr. M. Saparis Soedarjonto selalu Direktur Direktur Perencanaan dan Pengawasan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai juga menyampaikan hal menarik. Menurutnya. manajemen air menjadi salah satu kunci untuk menciptakan hasil pertanian sekaligus salah satu indikator dalam menciptakan tata kelola alam yang baik.

“Peran hutan untuk ketahanan air dan pangan itu sangat berkaitan. Ambil satu contoh di hutan nantu di Gorontalo. Hutan tersebut mensuplai air ke bendungan dan air tersebut dikelola dengan baik untuk mengairi sawah-sawah yang total luasnya 6.880 hektar dan menghasilakan produksi beras sebesar 619 miliar pertahun,” ungkapnya.

Dengan data tersebut, dia l berpesan kepada seluruh pihak untuk saling menjaga ekosistem yang ada di hutan. Jangan sampai dirusak oleh tambang-tambang yang tidak bertanggung jawab. Mengingat bahwa pengolahan limbah tambang yang tidak baik pasti menyebabkan kerusakan pada alam dan menimbulkan ketidakseimbangan. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Kolaborasi LDK PWM DIY dan LDK PDM Kulonprogo KULONPROGO, Suara Muhammadiyah - Terletak di Padukuha....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Klaten....

Suara Muhammadiyah

26 February 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Akhir-akhir ini gerakan dakwah berbasis ekologis semakin menemukan mome....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Hizbul Wathan (HW) SMK....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah