Madrasah Mua’llimaat Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Dini

Suara Muhammadiyah

7 November 2024

1237
Edukasi Kebencanaan di Madrasah Mua’llimaat. Foto: Cris

Edukasi Kebencanaan di Madrasah Mua’llimaat. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Madrasah Mua’llimaat Muhammadiyah Yogyakarta memberikan edukasi simulasi mitigasi kebencanaan kepada seluruh siswanya, Kamis (7/11). Hal ini merupakan wujud kesadaran kolektif karena Indonesia menjadi negara rawan bencana. 

Acara yang dipusatkan di halaman madrasah ini bekerja sama dengan MDMC PWM DIY dan BPBD Kota Yogyakarta. Direktur Madrasah Mua’llimaat Unik Rasyidah menyambut baik acara bertajuk “Perempuan Tangguh Tanggap Bencana.” Tajuk ini menjadi spirit bagi santriwatinya untuk kuat, tabah, dan tahan dalam menghadapi bencana.

“Bagaimana pun kata tangguh menunjukkan kita kuat dan tidak lemah. Itu bisa terefleksikan oleh anak-anakku yang tangguh, kuat, kokoh, dan tidak lemah,” ujarnya.

Kata tangguh, lanjut Unik, menjadi representasi dari kesiapsiagaan menghadapi situasi krusial. Terutama bencana, yang tidak dapat diprediksi secara pasti temponya. Maka, Ia mengajak kepada santriwatinya untuk memanfaatkan acara ini dengan sebaik-baiknya.

“Tanggap menunjukkan kesiapsiagaan dari anak-anakku dalam menghadapi situasi apa pun. Bagaimana kita bisa siap dalam situasi dan kondisi apa pun,” sambungnya.

Unik menegaskan, acara ini sangat relevan. Apalagi saat ini Indonesia tengah dibayang-bayangi dengan isu gempa megathrust, termasuk aneka bencana lainnya. Tentu menjadi perhatian juga kewaspadaan bersama bilamana saat terjadi bencana, tidak mengalami kegamangan.

“Kita dari sekolah bagaimana menyiapkan anak-anak kita untuk siap-siaga terhadap bencana,” terangnya.

Perwakilan MDMC PWM DIY Anang Masduki menyambut baik acara ini sebagai refelksi dari Qs al-Baqarah [2]: 155-156. Menurutnya, redaksi ini merupakan sumpah Tuhan kepada manusia yang tidak bisa terlepas dari ujian dan cobaan-Nya. Yakni bersifat suka, senang, dan getir sekalipun, manusia pasti akan mendapatinya.

“Kita pasti diuji oleh Allah SwT. Ibarat mau hujan, harus sedia payung. Simulasi kebencanaan ini, kita siap sedia, andaikata terjadi apa-apa punya mental yang kuat dan siapsiaga. Harapannya simulasi ini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” sebutnya.

Instruktur Pelatihan dari BPBD Kota Yogyakarta Ibnu Hajar menyebut, bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab personal, tetapi tanggung jawab bersama. Karena itu, Ibnu menilai mitigasi penting untuk meningkatkan pemahaman seputar kebencanaan kepada anak-anak dan masyarakat.

“Dengan mitigasi atau simulasi, supaya anak-anak paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebencanaan, baik itu gempa bumi, kebakaran, angin puting beliung, dan sebagainya. Harapannya, acara mitigasi ini dapat digelar secara rutin, setahun sekali atau setahun dua kali disesuaikan dengan agenda pembelajaran,” katanya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Prestasi gemilang kembali diukir oleh delegasi SD Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

15 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bonus demografi menjadi sebuah tantangan krusial yang mesti p....

Suara Muhammadiyah

13 July 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Atlet Putri STIE Muhammadiyah Cilacap, meraih juara 3 Kejuaraan Pekan....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Sejumlah 28 peserta mengikuti Baitul Arqom Dasar (BAD) PDPM Cilacap, d....

Suara Muhammadiyah

29 June 2026

Berita

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah