Mahasiswa Harus Punya Karya di Era AI

Suara Muhammadiyah

9 September 2026

87
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa di era artificial intelligence (AI) dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga menciptakan solusi, membangun portofolio, dan tetap menjunjung tinggi etika. Hal tersebut disampaikan Ismail Fahmi, Ph.D., pendiri Media Kernels Indonesia, pengembang Drone Emprit, sekaligus Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, dalam Stadium General Pesmaba Fakultas Teknik Gen 26 di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu 09 September 2026.

Ia menekankan, perkembangan AI yang semakin pesat membuat mahasiswa perlu meningkatkan kemampuan agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi. Menurutnya, mahasiswa perlu belajar menghasilkan karya dan membangun sistem berbasis AI yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar pengguna. Selain jadi pengguna, kita harus jadi produser. Mahasiswa perlu belajar menciptakan gambar, perangkat lunak, hingga sistem berbasis AI agar tidak berhenti pada aktivitas menggunakan teknologi yang sudah tersedia,” ujarnya.

Fahmi sapaan akrabnya juga menyoroti kebiasaan mahasiswa menghabiskan waktu di media sosial. Menurut Ismail, aktivitas scrolling selama berjam-jam dapat menjadi persoalan apabila tidak diimbangi dengan kegiatan yang menghasilkan pengetahuan, karya, maupun pemecahan masalah.

Algoritma media sosial, lanjutnya, cenderung membawa pengguna pada konten-konten yang serupa. Kondisi tersebut membuat mahasiswa perlu lebih kritis dalam menentukan informasi, pengetahuan, dan gagasan yang dikonsumsi setiap hari.

“Kalau Anda tidak gunakan otak, hasilnya akan jelek. AI itu tetap butuh manusia. Kemampuan menulis menjadi salah satu cara untuk melatih mahasiswa menyampaikan gagasan secara terstruktur sekaligus membangun kemampuan berkomunikasi dengan AI,” katanya.

Memasuki dunia kerja, iamenyebut nilai seorang mahasiswa tidak lagi hanya ditentukan oleh capaian akademik. Portofolio, pengalaman mengerjakan proyek, kemampuan bekerja dalam tim, tanggung jawab, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan menjadi aspek yang semakin penting.

Pria itu juga mencontohkan proyek yang benar-benar diterapkan dan memberikan dampak bagi masyarakat dapat menjadi bukti konkret atas kemampuan mahasiswa. Pengalaman tersebut dinilai lebih menunjukkan kapasitas mahasiswa dibandingkan sekadar mencantumkan nilai IPK.

“Artificial intelligence itu bisa membuat kita jauh lebih bagus, bukan hanya nilai-nilai saja. Penggunaan AI dalam tugas akademik tetap harus disertai kemampuan menjelaskan hasil pekerjaan tersebut. Jika mahasiswa tidak mampu mempertanggungjawabkan isi presentasi atau karya yang dibuat dengan bantuan AI, karya tersebut tidak lagi menunjukkan kemampuan personal mahasiswa,” tegasnya.

Di tengah percepatan perkembangan AI, Ia juga menempatkan etika sebagai kemampuan yang tidak boleh tertinggal. Mahasiswa Fakultas Teknik tidak hanya dituntut mampu menemukan dan menyelesaikan persoalan melalui teknologi, tetapi juga memahami dampak dari setiap keputusan yang diambil.

Bagi Fahmi, kemampuan teknologi, cara berpikir kritis, kolaborasi, portofolio, dan etika harus berjalan beriringan. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi penonton dalam perubahan teknologi, tetapi mampu menjadi bagian yang menentukan arah perubahan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Program studi (Prodi) S1 Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi, Pendi....

Suara Muhammadiyah

12 June 2026

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republ....

Suara Muhammadiyah

19 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen ....

Suara Muhammadiyah

11 September 2025

Berita

BLORA, Suara Muhammadiyah – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) STKIP Muhammadiyah Blora baru ....

Suara Muhammadiyah

11 November 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Tekanan ekonomi yang kian dirasakan masyarakat, termasuk di Jawa....

Suara Muhammadiyah

6 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah