Mahasiswa Harus Punya Karya di Era AI

Suara Muhammadiyah

9 September 2026

227
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa di era artificial intelligence (AI) dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga menciptakan solusi, membangun portofolio, dan tetap menjunjung tinggi etika. Hal tersebut disampaikan Ismail Fahmi, Ph.D., pendiri Media Kernels Indonesia, pengembang Drone Emprit, sekaligus Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, dalam Stadium General Pesmaba Fakultas Teknik Gen 26 di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu 09 September 2026.

Ia menekankan, perkembangan AI yang semakin pesat membuat mahasiswa perlu meningkatkan kemampuan agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi. Menurutnya, mahasiswa perlu belajar menghasilkan karya dan membangun sistem berbasis AI yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar pengguna. Selain jadi pengguna, kita harus jadi produser. Mahasiswa perlu belajar menciptakan gambar, perangkat lunak, hingga sistem berbasis AI agar tidak berhenti pada aktivitas menggunakan teknologi yang sudah tersedia,” ujarnya.

Fahmi sapaan akrabnya juga menyoroti kebiasaan mahasiswa menghabiskan waktu di media sosial. Menurut Ismail, aktivitas scrolling selama berjam-jam dapat menjadi persoalan apabila tidak diimbangi dengan kegiatan yang menghasilkan pengetahuan, karya, maupun pemecahan masalah.

Algoritma media sosial, lanjutnya, cenderung membawa pengguna pada konten-konten yang serupa. Kondisi tersebut membuat mahasiswa perlu lebih kritis dalam menentukan informasi, pengetahuan, dan gagasan yang dikonsumsi setiap hari.

“Kalau Anda tidak gunakan otak, hasilnya akan jelek. AI itu tetap butuh manusia. Kemampuan menulis menjadi salah satu cara untuk melatih mahasiswa menyampaikan gagasan secara terstruktur sekaligus membangun kemampuan berkomunikasi dengan AI,” katanya.

Memasuki dunia kerja, iamenyebut nilai seorang mahasiswa tidak lagi hanya ditentukan oleh capaian akademik. Portofolio, pengalaman mengerjakan proyek, kemampuan bekerja dalam tim, tanggung jawab, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan menjadi aspek yang semakin penting.

Pria itu juga mencontohkan proyek yang benar-benar diterapkan dan memberikan dampak bagi masyarakat dapat menjadi bukti konkret atas kemampuan mahasiswa. Pengalaman tersebut dinilai lebih menunjukkan kapasitas mahasiswa dibandingkan sekadar mencantumkan nilai IPK.

“Artificial intelligence itu bisa membuat kita jauh lebih bagus, bukan hanya nilai-nilai saja. Penggunaan AI dalam tugas akademik tetap harus disertai kemampuan menjelaskan hasil pekerjaan tersebut. Jika mahasiswa tidak mampu mempertanggungjawabkan isi presentasi atau karya yang dibuat dengan bantuan AI, karya tersebut tidak lagi menunjukkan kemampuan personal mahasiswa,” tegasnya.

Di tengah percepatan perkembangan AI, Ia juga menempatkan etika sebagai kemampuan yang tidak boleh tertinggal. Mahasiswa Fakultas Teknik tidak hanya dituntut mampu menemukan dan menyelesaikan persoalan melalui teknologi, tetapi juga memahami dampak dari setiap keputusan yang diambil.

Bagi Fahmi, kemampuan teknologi, cara berpikir kritis, kolaborasi, portofolio, dan etika harus berjalan beriringan. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi penonton dalam perubahan teknologi, tetapi mampu menjadi bagian yang menentukan arah perubahan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BLORA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Blora menyelenggarakan Rapat Ko....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Berita

Pidato Lengkap Milad ke-112 Muhammadiyah: Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua Oleh: Haedar Nashir, ....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Semangat anak muda sering muncul dari hal yang sederhana. Bagi Zahwalia ....

Suara Muhammadiyah

2 September 2025

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarmasin 13 sukses menyeleng....

Suara Muhammadiyah

15 January 2025

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – SMP Ahmad Dahlan Boarding School (ADBS) Sukoharjo terus ....

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah