Mahasiswa PoltekMu Tanam Seribu Bibit Mangrove di Delta Harapan

Publish

29 July 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
781
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhamamdiyah - Himpunan Mahasiswa Elektromedis Politeknik Muhammadiyah Makassar menunjukkan kepedulian lingkungan melalui kegiatan bakti sosial bertema "Jejak Mahasiswa Hijaukan Bumi, Lestarikan Lingkungan, Satu Pohon Sejuta Manfaat", yang dilaksanakan di wilayah Tanah Tumbuh (Delta Harapan), Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar.

Sebanyak 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora ditanam oleh 40 mahasiswa secara serentak di kawasan yang dikenal sebagai “tameng alami” dari abrasi pantai. Penanaman ini dilakukan sebagai langkah konkret untuk mendukung pelestarian kawasan pesisir serta menanggulangi dampak perubahan iklim dan polusi karbon.

Ketua Himpunan Mahasiswa Elektromedis, Ahmad Sultan Aura, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

“Tujuannya melestarikan alam kita, menanggulangi polusi karbon, dan menjaga kawasan pesisir dari abrasi,” jelas dia pada Ahad, 20 Juli 2025 di lokasi bakti sosial.

Kecamatan Mappakasunggu dikenal lebih aman dari ancaman abrasi dibandingkan tiga kecamatan di Galesong Raya. Hal ini disebabkan keberadaan Tanah Tumbuh, atau Delta Harapan, yang terbentuk dari endapan lumpur kiriman Sungai Pappa di Pattalassang. Delta ini membentang seluas sekitar 21 hektar dan telah menjadi pusat konservasi lingkungan sejak tahun 1992.

Direktur Lembaga Abdi Masyarakat (LAM), Hakim Tompo, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya menjaga keberadaan pohon di tanah tumbuh.

“Tanah tumbuh ini harus terus ditanami agar tidak tergerus air laut. Jika pohon tidak ditanam, lama-kelamaan tanah ini akan hilang dan kembali menjadi laut,” ujarnya.

Penanaman mangrove ini juga mendapat dukungan dari UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan DLHK Sulsel Wilayah Jeneponto-Takalar. Perwakilan instansi tersebut, Arifuddin Nadja, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa.

“Kami sangat mendukung kegiatan pelestarian seperti ini. Harapannya, kawasan Tanah Tumbuh tetap lestari agar masyarakat terus terhindar dari ancaman abrasi,” ungkap Arifuddin.

Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, kawasan Tanah Tumbuh juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar, yang menggantungkan hidup sebagai nelayan dan pencari kerang.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu&rsquo....

Suara Muhammadiyah

2 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Indonesia terancam kekurangan tenaga medis pada tahun 2045 jik....

Suara Muhammadiyah

14 November 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Asosiasi Program Studi Administrasi Negara dan Administrasi Publik (AP....

Suara Muhammadiyah

23 July 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo Aji Muhammad R....

Suara Muhammadiyah

1 March 2024

Berita

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah – Memasuki hari ketiga Ramadan 1447 Hijriyah, bertepatan dengan....

Suara Muhammadiyah

21 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah