Mahasiswa S3 UHAMKA Ajak Siswa SMA Muhammadiyah 1 Tegal Cintai Budaya Lokal

Publish

9 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
220
Istimewa

Istimewa

TEGAL, Suara Muhammadiyah — Setelah sebelumnya menjadi narasumber pada seminar internasional di Chiang Mai University, Thailand, dalam rangka The Fifth APPBIPA Thailand Conference dengan tema “75 Years of Indonesia–Thailand Diplomatic Relations”, Hendra Apriyadi kembali menginisiasi kegiatan literasi berbasis budaya. Dalam paparannya di Thailand, Hendra menekankan pentingnya pelibatan budaya lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya keterampilan menulis deskripsi.

 

Hendra Apriyadi selaku mahasiswa pada Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Hamka sekaligus dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UHAMKA menggiatkan Pelatihan Menulis Deskripsi Berbasis Digital dengan Pendekatan Budaya Lokal Tegal. Kegiatan diselenggarakan di Aula SMA Muhammadiyah 1 Tegal pada 8 Januari 2026 dan diikuti oleh puluhan siswa, guru Bahasa Indonesia, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, serta Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.

 

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Tegal, Mohammad Sulaiman, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan upaya nyata dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus meningkatkan literasi menulis di bidang kearifan lokal.

 

“Tegal merupakan daerah yang kaya akan budaya lokal. Pelatihan ini menjadi sarana mengenalkan dan menguatkan karakter siswa melalui nilai-nilai budaya. Ini merupakan bagian dari ikhtiar pendidikan karakter di sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra Apriyadi, S.Pd., M.Pd., selaku narasumber menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan literasi menulis siswa melalui pengenalan budaya lokal Tegal sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali, mendeskripsikan, dan mengapresiasi budaya daerahnya secara lebih mendalam.

Di sisi lain, aspek digitalisasi tampak dalam proses pembelajaran. Siswa memanfaatkan smart TV untuk menyaksikan secara langsung contoh budaya lokal melalui tayangan video dari YouTube serta dokumentasi budaya Tegal lainnya. Pemanfaatan media digital tersebut membantu siswa memperoleh gambaran visual mengenai objek budaya sehingga memudahkan mereka dalam menyusun teks deskripsi yang lebih akurat, detail, dan kontekstual. Selanjutnya, siswa sambil menyimak menulis deskripsi. Setelah itu, hasil karya dipublikasikan melalui media digital berupa website sekolah serta buletin digital. Guru Bahasa Indonesia memberikan umpan balik dan mengomentari hasil karya siswa. (Humas Muhata)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad memberik....

Suara Muhammadiyah

23 September 2025

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Su....

Suara Muhammadiyah

22 October 2023

Berita

Sinergi dan Kolaborasi Majelis Dikdasmen PNF dengan LPCRPM  PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - P....

Suara Muhammadiyah

5 January 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – PS Hizbul Wathan Putera Muhammadiyah Bantul (HW Bantul) berhasil ....

Suara Muhammadiyah

16 June 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Siswa siswi TK-KB Aisyiyah 34 Ngagel Kota Surabaya wajahnya sumringah....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025