Mahasiswa S3 UHAMKA Ajak Siswa SMA Muhammadiyah 1 Tegal Cintai Budaya Lokal

Publish

9 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
531
Istimewa

Istimewa

TEGAL, Suara Muhammadiyah — Setelah sebelumnya menjadi narasumber pada seminar internasional di Chiang Mai University, Thailand, dalam rangka The Fifth APPBIPA Thailand Conference dengan tema “75 Years of Indonesia–Thailand Diplomatic Relations”, Hendra Apriyadi kembali menginisiasi kegiatan literasi berbasis budaya. Dalam paparannya di Thailand, Hendra menekankan pentingnya pelibatan budaya lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya keterampilan menulis deskripsi.

 

Hendra Apriyadi selaku mahasiswa pada Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Hamka sekaligus dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UHAMKA menggiatkan Pelatihan Menulis Deskripsi Berbasis Digital dengan Pendekatan Budaya Lokal Tegal. Kegiatan diselenggarakan di Aula SMA Muhammadiyah 1 Tegal pada 8 Januari 2026 dan diikuti oleh puluhan siswa, guru Bahasa Indonesia, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, serta Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.

 

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Tegal, Mohammad Sulaiman, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan upaya nyata dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus meningkatkan literasi menulis di bidang kearifan lokal.

 

“Tegal merupakan daerah yang kaya akan budaya lokal. Pelatihan ini menjadi sarana mengenalkan dan menguatkan karakter siswa melalui nilai-nilai budaya. Ini merupakan bagian dari ikhtiar pendidikan karakter di sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra Apriyadi, S.Pd., M.Pd., selaku narasumber menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan literasi menulis siswa melalui pengenalan budaya lokal Tegal sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali, mendeskripsikan, dan mengapresiasi budaya daerahnya secara lebih mendalam.

Di sisi lain, aspek digitalisasi tampak dalam proses pembelajaran. Siswa memanfaatkan smart TV untuk menyaksikan secara langsung contoh budaya lokal melalui tayangan video dari YouTube serta dokumentasi budaya Tegal lainnya. Pemanfaatan media digital tersebut membantu siswa memperoleh gambaran visual mengenai objek budaya sehingga memudahkan mereka dalam menyusun teks deskripsi yang lebih akurat, detail, dan kontekstual. Selanjutnya, siswa sambil menyimak menulis deskripsi. Setelah itu, hasil karya dipublikasikan melalui media digital berupa website sekolah serta buletin digital. Guru Bahasa Indonesia memberikan umpan balik dan mengomentari hasil karya siswa. (Humas Muhata)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

UM Palembang Serahkan 4 SK Wakil Rektor Baru 2026–2028, Target Pertahankan Akreditasi Unggul ....

Suara Muhammadiyah

5 March 2026

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Melihat penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara mereka di Maroko, ....

Suara Muhammadiyah

20 September 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Inovasi lahir dari keberanian untuk melihat peluang di balik k....

Suara Muhammadiyah

8 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen terus mengembangkan relasi dan kolaboras....

Suara Muhammadiyah

26 September 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) ....

Suara Muhammadiyah

12 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah