Matematika Kehidupan dan Semangkuk Bakso Gratis

Publish

19 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
485
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Matematika paling sulit bukanlah kalkulus atau aljabar, melainkan bagaimana membagi Rp2 juta untuk 30 hari. Nilai itu muncul setelah semua cicilan dibayar, uang makan di jalan dipaksakan cukup, dan tabungan darurat untuk pendidikan serta kesehatan hampir tak pernah terisi.

Namun, ini bukan soal hitung-hitungan angka. Ini soal kehidupan para pejuang rupiah jalanan—para ojek online, pedagang bakso keliling, hingga buruh harian yang terus mengais rezeki.

Di tengah perjuangan yang tak kenal lelah itu, hadirlah program Makan Bakso Gratis (MBG). Ini bukan program MBG milik pemerintah dengan dana ratusan triliun rupiah, melainkan gerakan sederhana yang tumbuh dari cabang dan ranting Muhammadiyah—komunitas terkecil dari organisasi filantropi Islam terbesar di dunia.

Melalui Kantor Layanan Lazismu, bantuan dihimpun dan disalurkan, menjelma jadi semangkuk bakso yang menghangatkan perut dan hati.

“Sepuluh titik sudah ditetapkan dalam program Makan Bakso Gratis. Kegiatan pertama digelar 19 September 2025 di Masjid Muallim Muhammadiyah Jongaya,” ungkap Ketua Badan Pengurus Lazismu Makassar, Anwar Enre.

Setelah itu, kegiatan akan bergilir tiap dua pekan di berbagai masjid Muhammadiyah: Masjid Darussalam Manggala, Masjid Al-Fatah Sambung Jawa, Masjid Nuruddakwah Mamajang, Masjid Ridha Karunrung, Masjid Takmirul Masajid, Masjid Al-Furqon dan Da’watul Khaer Tallo, Masjid Jabal Nur Maccini, hingga Masjid H. Syamsuddin Dade.

“Kami berharap masyarakat semakin teredukasi tentang pentingnya menyisihkan sebagian harta untuk kepentingan orang lain. Lazismu yang hadir di masjid menjadi jembatan agar manfaat pendidikan, kesehatan, dan sosial bisa terus dirasakan,” tambahnya.

Inisiatif dari Masjid dan UMKM

Tak hanya berbagi, program ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal. “UMKM di ranting dan masjid ikut terbantu lewat promosi usaha mereka kepada masyarakat,” jelas Ketua LPCR, Abd. Haris Azis.

Kantor Layanan Lazismu yang tiap hari menghimpun zakat, infak, dan sedekah di masjid bergerak cepat menggandeng mitra lokal. UMKM seperti Cafe Vaan in Sky, Lesehan Jeneberang, Bakso Abah, AMD Nusantara, Ramen Mura, hingga Green Supplay Indonesia ikut serta menyuplai bakso senilai Rp10.000 per mangkok untuk tiap kegiatan.

Semangat berbagi pun menular. Warga ikut urunan: ada yang menanggung 6, 10, bahkan 20 mangkok.

Sepuluh ribu rupiah mungkin terasa kecil bagi sebagian kita. Tapi bagi mereka yang seharian mengais rezeki di jalanan, semangkuk bakso gratis bisa jadi istirahat penuh syukur, pelepas lelah, sekaligus bukti bahwa mereka tidak sendiri.

Dari semangkuk bakso bernilai Rp10 ribu inilah, matematika kehidupan para pejuang rupiah menemukan jawabannya—dengan keberkahan yang akan terus mengalir kepada para donaturnya. (Imaduddin)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Berikut Diseminasi Hasil Pemantauan Aisyiyah dalam Pemilu 2024 di 10 Kabupaten dan 5 Provinsi YOGYA....

Suara Muhammadiyah

22 February 2024

Berita

TIMOR LESTE, Suara Muhammadiyah- Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Budi Santosa M.Pd. yang Ke....

Suara Muhammadiyah

7 September 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sambut pemudik jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H, Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

8 April 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Serentak (GABS) di ikuti kelas 7, 8....

Suara Muhammadiyah

1 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mungkin sudah eranya. Bahwa segala hal perlu penyegaran, tak terkec....

Suara Muhammadiyah

27 September 2025