Membangun Baldah Thayyibah, Diperlukan Unifikasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Suara Muhammadiyah

10 March 2025

1618
Syafiq A Mughni

Syafiq A Mughni

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A Mughni menyebut, tema "Baldah Thayyibah: Refleksi Untuk Negeri" yang diusung dalam Kajian Ramadhan 1446 H PWM Jawa Timur, Sabtu (8/3) di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur sangat penting. Menurutnya tema ini menunjukkan sebuah komitmen yang tidak bisa tawar-menawar bagi Persyarikatan Muhammadiyah.

“Adalah bagaimana membangun sebuah negeri seperti yang disifati di dalam Al-Qur’an sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur,” katanya.

Merujuk pada asbabun nuzul (sebab muasal turunnya ayat—Qs Saba’ [34]: 15), redaksi ayat ini berkaitan dengan sebuah negeri Saba’ di Yaman. Pada zaman Nabi Sulaiman, menjadi penguasa dan kemudian mendapatkan tentang negeri tersebut.

“Maka karena bagusnya negeri itu, disifati dengan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur,” terangnya.

Dalam pemikiran Muhammadiyah, representasi dari Negeri Saba’ meniscayakan sebuah negara ideal. Yakni negara yang yang sesuai dengan yang dicita-citakan, dan ini mestinyalah dapat diwujudkan bersama-sama oleh umat Islam.

“Ini adalah negara yang ideal, yang dicita-citakan. Yang mungkin saya tidak terwujud nyata yang secara persis kita bisa sebut negara itu sebagai Baldah Thayyibah wa Rabbun Ghaffur. Melainkan sebuah proses. Jadi negara itu dianggap berhasil kalau terus berproses menuju gambaran yang ideal itu,” ujarnya.

Konsep Baldah Thayyibah kalau ditinjau di era sekarang, sebagai visi kenegaraan. Visi yang harus dituju. Meski tidak bisa terwujud saat ini, akan tetapi yang terpenting adalah terletak pada proses menuju ke arah situ. Maka ini yang disebut Syafiq sebagai state of becoming.

“Sehingga kalau kita bertanya, apakah Indonesia sudah mendekati visi itu atau tidak? Maka kalau semakin mendekati berarti kita berhasil menuju Baldah Thayyibah. Tapi kalau semakin menjauh berarti kita menuju Baldah Sayyiah,” tuturnya.

Untuk menuju Baldah Thayyibah, maka sambung Syafiq dibutuhkan integrasi antara ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini menjadi suatu perkembangan yang terus-menerus akan terus terjadi secara akumulatif.

“Semakin hari (teknologi) semakin tinggi, semakin canggih. Tidak ada istilah surut ke belakang. Tidak ada istilah stagnasi di dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka, sudah jelas bahwa ilmu pengetahuan yang terus berkembang, menjadi salah satu indikator sebuah negeri bisa dikatakan sebagai Baldah Thayyibah,” sebutnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Bakti Sosial Salurkan Kacamata dan Rendangmu JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Meningkatkan kuali....

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Umat Islam pada bulan Ramadhan menjadi momentum untuk menambah keta....

Suara Muhammadiyah

30 March 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Sofyan An....

Suara Muhammadiyah

6 January 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Menyambut tahun baru 2024, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

2 January 2024

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Tindak lanjuti MOU PP Aisyiyah bersama Kemenkes tentang penghapusan pra....

Suara Muhammadiyah

13 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah