Membangun Komunikasi Memperluas Relasi

Suara Muhammadiyah

22 October 2024

1486
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Manusia tidak bisa terlepas dari komunikasi. Setiap hari, selalu berkomunikasi sebagai manifestasi berinteraksi. Dalam konteks dunia kerja, komunikasi menjadi keterampilan yang harus dikuasai, salah satunya komunikasi asertif.

Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari menyegarkan kembali relevansi komunikasi asertif kepada karyawannya. Menurutnya, komunikasi asertif sebagai suatu bentuk komunikasi efektif di mana diekspresikan untuk menyampaikan pendapat secara langsung, terbuka, tetapi menghargai orang lain.

“Ini memberikan pandangan baru untuk membantah pandangan pertama. Nah, konteks komunikasi kita implementasikan di SM yang kita gunakan adalah model komunikasi asertif,” ujarnya pada Selasa (22/10) saat Pelatihan Komunikasi Efektif untuk Kemajuan Bisnis di Ruang Aula Lantai 4 Grha SM.

Deni mengatakan, selain komunikasi asertif, paradigma komunikasi agresif tidak menutup kemungkinan bisa dipraktikkan. Tentu terlebih dahulu dengan melihat dan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. “Ada kalanya kita menggunakan yang komunikasi agresif. Kalau ada persoalan mendesak harus agresif,” tuturnya.

Bersamaan dengan itu, praktik komunikasi harus menarik. Karena ini menjadi penentu keberhasilan dalam menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens, khususnya kepada client atau customer.

“Harus ada yang menarik di mata orang, sehingga 3 menit di awal berkesan. Ini yang sangat menentukan, maka 3 menit di awal harus memberikan tampilan yang berbeda dan menarik,” tegasnya.

Hal pertama yang dilakukan dengan mereview biogragrafi seseorang. Di sini karyawan memainkan perannya dengan menanyakan kabar dari clinet atau customer. Seolah-olah sebagai teman dekat sebagai strategi menarik perhatian.

“Ada pola-pola yang sifatnya kita mereview biografi seseorang sebelum memulai konten. Jangan langsung memulai pada konten, ini keliru. Tapi bangun chemistry seakan-akan punya kedekatan dan perhatian dengan clinet atau customer,” jelasnya.

Setelah itu, dengan prolog (pembukaan). “Untuk menyampaikan pesan awali dengan prolog,” bebernya. Seperti lewat salam, ini menjadikan komunikasi lebih personal dan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan meyakinkan. “Sampaikan prolog awal dengan melibatkan banyak pihak,” imbuhnya.

Hal terpenting lagi, Deni menekankan kepada karyawan SM dalam menawarkan produk, utamakan untuk memenuhi kebutuhan clinet atau customer. Ini membuat mereka merasa dihargai, sehingga ada kans untuk memilih dan menerima produk yang ditawarkan.

“Dalam menyampaikan konten jangan pernah mendahului kepentingan yang kita jual, tapi dahului kepentingan dia (client, customer),” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat Kasihan Bantul m....

Suara Muhammadiyah

1 December 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memiliki berbagai jenis pro....

Suara Muhammadiyah

24 June 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Gedung SD Muhammadiyah Bligo 01 menjadi ruang dan waktu berlangsung....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kesejahteraan ekonomi menjadi bagian integral dari misi dakwa....

Suara Muhammadiyah

22 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. ....

Suara Muhammadiyah

11 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah